- Kebakaran hutan di Gunung Butak meluas hingga mendekati Pos 2.
- Angin kencang mempercepat penyebaran api dan menyulitkan upaya pemadaman.
- Kolaborasi antara BPBD dan Pemerintah Provinsi berupaya mengatasi kebakaran melalui waterbombing, namun terkendala cuaca.
Kebakaran hutan yang terjadi di Gunung Butak mengalami perkembangan signifikan, terutama di jalur pendakian Sirah Kencong yang terletak di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Pada Selasa (15/9), kobaran api dilaporkan semakin meluas hingga hampir mencapai Pos 2. Pergerakan cepat titik api ini menjadi perhatian masyarakat, mengingat kondisi alam yang mendukung penyebaran api dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Wahyudi, menjelaskan bahwa api telah berpindah dari Pos 3 dan mengarah ke Pos 2, setelah sebelumnya melahap area di sekitar Pos 5 dan Pos 4. Keberadaan titik api yang tersebar di lereng Gunung Butak, yang dikenal memiliki kontur curam, menyulitkan tim pemadam dalam melakukan penanganan secara langsung. Wahyudi mengungkapkan, "Perkembangan kebakaran hutan pada hari ini terus menjalar dari Pos 3 menuju ke Pos 2,".
Medan yang terjal ditambah dengan angin kencang menjadi tantangan besar bagi upaya pemadaman. Angin tersebut tidak hanya mempercepat laju pergerakan api, tetapi juga menyulitkan koordinasi tim gabungan yang terlibat dalam pemadaman. BPBD Kabupaten Blitar kini telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memanfaatkan helikopter dalam melakukan waterbombing. Namun, upaya ini terkendala oleh kondisi cuaca ekstrem di kawasan ketinggian Gunung Butak. Meskipun helikopter telah berhasil menerjunkan air di area puncak Butak sisi Kabupaten Malang, efektivitas pemadaman di wilayah Kabupaten Blitar masih minim karena angin dan cuaca.
Situasi ini menunjukkan pentingnya kesigapan serta kolaborasi antara instansi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran hutan. Diharapkan peran serta dan kesadaran masyarakat dapat membantu mitigasi dan pengendalian kebakaran hutan di masa yang akan datang.