- Stik singkong menawarkan peluang usaha yang ekonomis dengan harga terjangkau.
- Proses pembuatan stik singkong melibatkan teknik sederhana dan bahan lokal.
- Produk ini memiliki potensi pendapatan yang baik bagi pelaku usaha di Blitar.
Di tengah upaya masyarakat Blitar untuk mencari peluang usaha yang inovatif namun tetap ekonomis, stik singkong menawarkan solusi menarik dengan potensi penghasilan yang menjanjikan. Melalui pengolahan singkong yang sederhana, camilan ini berhasil menarik perhatian berbagai kalangan dengan variasi rasa yang menggugah selera, yakni original, balado biasa, balado pedas, dan jagung manis.
Proses pembuatan stik singkong dimulai dengan pemilihan singkong berkualitas, yang dikupas dan dicuci bersih sebelum direbus hingga empuk. Dalam setiap kilogram singkong yang dipakai, hanya dibutuhkan biaya sekitar Rp1.500, sehingga membuatnya sebagai bahan baku yang sangat terjangkau. Setelah dihaluskan dan dicampur dengan bahan tambahan seperti tepung maizena, garam, dan bumbu penyedap, adonan dibentuk dan disimpan dalam freezer untuk mempermudah proses pemotongan. Dengan pemotongan yang rapi dan penggorengan yang tepat, dihasilkan stik yang renyah dan siap dikemas.
Pasar untuk stik singkong sangat bervariasi. Dengan harga jual yang sangat kompetitif, yakni Rp5.000 untuk varian original dan Rp7.000 untuk varian rasa lainnya, produk ini dapat ditemui di warung, kantin sekolah, serta melalui penjualan online. Dengan potensi produksi mencapai 10 bungkus dari satu kilogram singkong, omzet harian bisa mencapai sekitar Rp500.000 jika seluruh produk terjual. Hal ini tentu memberi peluang bagi masyarakat Blitar untuk memanfaatkan lahan pertanian lokal dengan baik dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Stik singkong bukan hanya sekadar camilan; ia juga menjadi pilihan alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan sajian serupa berbahan kentang. Dengan daya tahan yang mencapai tiga bulan, camilan ini sangat cocok untuk menjadi produk unggulan yang mendukung potensi ekonomi masyarakat lokal. Keberhasilan stik singkong di Blitar menunjukan bahwa inovasi sederhana dapat membuka berbagai peluang baru di sektor kuliner.