Kamis, 16 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Sekolah Menengah Pertama di Kota Blitar Hadapi Tantangan Minim Peserta Didik Baru

Sekolah Menengah Pertama di Kota Blitar Hadapi Tantangan Minim Peserta Didik Baru

Sekolah Menengah Pertama di Kota Blitar Hadapi Tantangan Minim Peserta Didik Baru
Poin Penting:
  • Beberapa SMP negeri di Kota Blitar mengalami kekurangan peserta didik baru.
  • Faktor geografis dan kedekatan dengan sekolah lain menjadi penyebab menurunnya jumlah pendaftar.
  • Sekolah-sekolah berupaya meningkatkan minat pendaftaran dengan menawarkan program-program menarik.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar mengungkapkan bahwa beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di wilayah ini mengalami kekurangan peserta didik baru. Hal ini terbukti dengan terpaksa dilakukan pengurangan rombongan belajar (rombel) di sekolah-sekolah tersebut. Kepala Dispendik, Dindin Alinurdin, menyebutkan bahwa SMPN 5, SMPN 6, dan SMPN 7 merupakan beberapa sekolah yang masih belum mencapai kuota penerimaan peserta didik baru pada Tahun Pelajaran 2026.

Kondisi ini terjadi akibat pengaruh letak geografis sekolah yang berada di kawasan pinggiran kota serta kedekatannya dengan sekolah-sekolah negeri lainnya, baik yang berlokasi di pusat kota maupun di sekitarnya. Misalnya, Kepala SMPN 7, Saiful Salim, mengungkapkan bahwa sekolahnya hanya menerima sebanyak 212 siswa baru pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sementara target awal ditetapkan sebanyak 256 siswa. Hal ini membuat SMPN 7 terpaksa mengurangi satu rombel.

Dari sisi lain, Dina Lestari, Kepala SMPN 5, juga melaporkan bahwa hingga hari ke-4 MPLS, pihaknya hanya menerima 175 siswa, jauh di bawah pagu yang ditetapkan sebanyak 224 siswa. Ia mencatat bahwa penurunan jumlah pendaftar juga terjadi di SMPN 5, yang terletak di pinggiran kota, dan berdekatan dengan sekolah lainnya. Untuk menarik minat pendaftar, SMPN 5 mencoba menawarkan program-program religius yang dinilai dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi orang tua.

Meskipun ada tantangan yang dihadapi, kedua kepala sekolah tersebut mencurahkan usaha maksimal dalam melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat, guna meningkatkan minat pendaftaran siswa baru di sekolah masing-masing. Mengingat kuota yang masih tersedia, wali murid diharapkan untuk mengoptimalkan kesempatan pendaftaran sebelum batas akhir pendaftaran, agar anak-anak mereka dapat bersekolah di SMP negeri yang ada di Kota Blitar.