- Om Dono Andomo berbagi pengalaman positif setelah tiga tahun menggunakan Alpha One.
- Keputusan untuk menambah Polytron Fox 350 didorong oleh biaya kepemilikan yang rendah dan sistem sewa baterai.
- Kapasitas baterai Fox 350 lebih besar, menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk kebutuhan sehari-hari.
JAKARTA - Dalam sebuah wawancara eksklusif, seorang pengguna motor listrik bernama Om Dono Andomo berbagi pengalaman menarik setelah tiga tahun menggunakan kendaraan listrik Alpha One. Dengan jarak tempuh mencapai 16.000 kilometer, Dono menilai performa motor elektris tersebut masih memuaskan dengan kondisi state of health (SOH) baterai di angka 94 persen. "Overall memuaskan sih. Memuaskan," ungkapnya, mencerminkan kepuasan yang tinggi terhadap kinerja kendaraan yang telah menemani aktivitas sehari-harinya.
Namun, di tengah kepuasan terhadap Alpha One, Dono memutuskan untuk menambah armada kendaraan listriknya dengan memilih Polytron Fox 350. Keputusan ini bukan semata-mata untuk menggantikan motor lamanya, melainkan lebih kepada peningkatan kebutuhan akan kendaraan yang efisien dan berbiaya rendah. Dono mengungkapkan bahwa biaya kepemilikan motor listrik cukup menarik dan terjangkau, terutama dengan adanya skema sewa baterai yang dihadirkan oleh Polytron.
Sistem sewa baterai, yang dipatok sekitar Rp200 ribu per bulan, menjadi salah satu alasan utama Dono memilih Fox 350. Menurutnya, skema ini mengatur risiko kepemilikan baterai, sehingga pengguna tidak perlu khawatir akan kondisi baterai yang bisa berpengaruh pada performa motor. Dalam diskusinya, Dono juga menyoroti kapasitas baterai Fox 350 yang mencapai 3,7 kWh, berbeda dengan Alpha One yang hanya 2,7 kWh. Hal ini memberikan keunggulan tersendiri bagi Fox 350 sebagai pilihan yang lebih sesuai dengan kebutuhannya sehari-hari.
Dengan teknologi terbaru dan kemampuan yang lebih baik, Polytron Fox 350 diyakini dapat memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas pengguna. Pengalaman Dono menjadi bukti bahwa pemilik kendaraan listrik dapat merasakan manfaat nyata dari inovasi otomotif ramah lingkungan ini, khususnya di tengah upaya untuk mendukung keberlanjutan dan pengurangan emisi gas rumah kaca di Blitar dan daerah sekitarnya.