- Warga Panggungrejo mengalami krisis air bersih akibat sumur bor mengering selama tiga bulan.
- Dampak kekeringan mempengaruhi aktivitas rumah tangga dan pertanian masyarakat.
- Biaya untuk membeli air galon dan memesan pasokan air sangat memberatkan keuangan warga.
Warga Dusun Rampalombo, Desa Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, saat ini tengah menghadapi masalah serius terkait krisis air bersih. Sumur bor utama yang menjadi sumber kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat setempat telah mengering selama tiga bulan terakhir. Hal ini memaksa warga untuk melakukan pengaturan penggunaan air dengan sangat ketat, dan situasi ini merambah ke berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Trinanik, seorang warga berusia 45 tahun, mengungkapkan dampak nyata dari krisis ini. "Sumur bor kami sudah tidak mengeluarkan air sama sekali. Tanpa air, ladang dan pekarangan kami tidak bisa ditanami. Semua menjadi kering. Mengambil air untuk mandi saja sangat sulit, apalagi untuk menyiram tanaman," ujarnya dengan nada penuh keprihatinan. Aktivitas harian mereka, dari yang paling sederhana hingga yang lebih mendasar, sangat terpengaruh dan mengakibatkan ketidaknyamanan di rumah-rumah penduduk.
Untuk memenuhi kebutuhan akan air, masyarakat terpaksa mengambil langkah-langkah alternatif. Sebelum adanya bantuan rutin dari pemerintah, banyak warga yang harus membeli air galon secara mandiri. Selain itu, warga juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memesan air dalam jumlah besar menggunakan jeriken ataupun tandon, dengan harga pengiriman mencapai Rp80 ribu per pengiriman. Bagi warga desa seperti Trinanik, jumlah tersebut bukanlah angka yang sedikit, terutama di tengah kondisi perekonomian yang masih belum sepenuhnya pulih.
Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya keberlanjutan penyediaan air bersih bagi masyarakat desa. Para penduduk berharap agar perhatian dari pemerintah tidak hanya sebatas bantuan sementara, tetapi juga mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah air bersih di wilayah mereka. Tanpa dukungan yang memadai, tantangan utama ini akan terus menghampiri kehidupan sehari-hari warga Panggungrejo, yang berjuang untuk mendapatkan hak dasar mereka—yakni akses terhadap air bersih.