Rabu, 16 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Umum Nelayan Blitar Hadapi Tantangan di Kolam Labuh Dangkal Pelabuhan Tambakrejo

Nelayan Blitar Hadapi Tantangan di Kolam Labuh Dangkal Pelabuhan Tambakrejo

Nelayan Blitar Hadapi Tantangan di Kolam Labuh Dangkal Pelabuhan Tambakrejo
Poin Penting:
  • Kolam labuh di Pelabuhan Perikanan Tambakrejo dangkal, menyulitkan nelayan bongkar muat.
  • Nelayan terpaksa memindahkan ikan di tengah laut, berisiko menurunkan kualitas hasil tangkapan.
  • Dibutuhkan perhatian dan perbaikan infrastruktur pelabuhan untuk mendukung aktivitas nelayan.

Kondisi kolam labuh di Pelabuhan Perikanan Tambakrejo, Blitar, menjadi sorotan setelah nelayan melaporkan kesulitan dalam melakukan bongkar muat hasil tangkapan mereka. Pada Senin (15/9), para nelayan melaporkan tangkapan yang melimpah, namun kolam labuh yang dangkal memaksa mereka untuk melakukan proses pemindahan ikan di tengah laut. Hal ini tentu saja berpotensi memengaruhi kualitas dan keselamatan hasil tangkapan.

Pinaryanto, seorang nelayan lokal, menyatakan bahwa kesulitan yang mereka hadapi semakin terasa saat hasil tangkapan melimpah, seperti dalam kasus tangkapan ikan semar baru-baru ini. Proses pemindahan ikan dari perahu penangkap ke perahu kecil harus dilakukan secara bertahap, menambah beban kerja dan meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk membawa ikan ke darat.

Dalam proses tersebut, nelayan harus melawan tantangan tidak hanya dari faktor natural tetapi juga dari beban yang meningkat pada aktivitas mereka. Kolam labuh yang dangkal membuat perahu besar tidak dapat masuk, memaksa nelayan untuk membongkar muatan di tengah laut dan berulang kali melakukan perjalanan menggunakan perahu kecil. Hal ini jelas berisiko mengurangi kualitas ikan yang ditangkap dengan kemungkinan kerusakan selama proses pemindahan.

Kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian lebih dari pihak berwenang untuk memperbaiki infrastruktur pelabuhan sehingga para nelayan dapat melakukan aktivitas mereka dengan lebih efisien dan menjaga kualitas hasil laut Bumi Penataran. Masyarakat berharap solusi dapat segera ditemukan agar para nelayan dapat bekerja dengan lebih baik dan hasil tangkapan mereka tetap berkualitas tinggi.