- Peningkatan transaksi gadai di Pegadaian Blitar mencapai 18 persen menjelang tahun ajaran baru.
- Banyak warga menjaminkan perhiasan emas untuk memenuhi biaya pendidikan anak.
- Transaksi gadai beragam, mulai dari Rp 3 juta hingga barang elektronik dengan nilai lebih rendah.
Dalam memasuki tahun ajaran baru, masyarakat Blitar mulai merasakan dampak signifikan terhadap perekonomian lokal. Sejak dimulainya libur sekolah pada 22 Juni lalu, Pegadaian Cabang Blitar melaporkan adanya peningkatan transaksi gadai yang mencapai 18 persen hingga akhir bulan tersebut. Fenomena ini mencerminkan kebutuhan musiman masyarakat, terutama dalam memenuhi biaya pendidikan anak-anak mereka yang akan mendaftar sekolah.
Asisten Manajer Non Gadai Pegadaian Cabang Blitar, Reza Shauma Yudha, menjelaskan tentang pergeseran ritme transaksi yang terjadi. Ia mengindikasikan bahwa momen libur sekolah yang berdekatan dengan pendaftaran ulang sekolah selalu membawa dampak peningkatan transaksi. “Peningkatan transaksi saat ini terpantau di kisaran 10 hingga 18 persen,” ungkapnya.
Dari pola transaksi yang tercatat, mayoritas warga memilih untuk menjaminkan aset simpanan mereka demi memenuhi kebutuhan dana pendidikan. Perhiasan emas dan emas batangan menjadi komoditas dominan yang digunakan sebagai jaminan. Reza menambahkan, meskipun terdapat barang lain seperti kendaraan atau elektronik, perhiasan tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat.
Dalam sepekan terakhir, selain emas, sejumlah barang jaminan lain juga terlihat, mulai dari kendaraan roda dua, sepeda, hingga perangkat elektronik seperti televisi. Transaksi gadai yang terjadi bervariasi, dengan nilai rata-rata terendah sekitar Rp 3 juta, sedangkan beberapa barang elektronik, termasuk smartphone, juga terlihat dalam transaksi yang lebih terjangkau. Fenomena ini menunjukkan dinamika ekonomi lokal dalam menghadapi kebutuhan mendidik generasi muda yang terus berkembang di Blitar.