Selasa, 18 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi Ruben Onsu Menghadapi Tantangan Keuangan hingga Rp5 Miliar, Ungkap 7 Pihak Terlibat

Ruben Onsu Menghadapi Tantangan Keuangan hingga Rp5 Miliar, Ungkap 7 Pihak Terlibat

Ruben Onsu Menghadapi Tantangan Keuangan hingga Rp5 Miliar, Ungkap 7 Pihak Terlibat
Poin Penting:
  • Ruben Onsu mengungkap kerugian keuangan hingga Rp5 miliar.
  • Ada tujuh individu yang terlibat dalam masalah finansial yang dihadapi Ruben.
  • Bisnis mukena yang dijalankannya bersama UMKM terhambat oleh masalah pembayaran.

Ruben Onsu, salah satu figur publik yang dikenal luas di Tanah Air, baru-baru ini berbicara secara terbuka mengenai tantangan besar yang dihadapinya dalam aspek keuangan. Dalam sebuah acara bincang-bincang yang ditayangkan, Ruben mengungkapkan bahwa dirinya saat ini terjebak dalam masalah finansial yang cukup serius, dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai Rp5 miliar. Ia menegaskan, ada tujuh individu yang terlibat dalam isu ini, yang menyebabkan dampak negatif terhadap arus kas bisnisnya.

Ruben merasa bahwa kesulitan finansial ini datang bertubi-tubi, terlebih setelah ia menghadapi berbagai ujian dalam kehidupan pribadinya. Dia menggambarkan sensasi yang dialaminya, seolah-olah baru saja bangkit dari satu masalah, namun kembali harus menghadapi kendala lain yang bahkan lebih berat. Dalam tayangan tersebut, Ruben mengeluhkan kondisi cash flow bisnisnya yang hancur, yang pada akhirnya memengaruhi berbagai usaha yang dia geluti.

Salah satu usaha yang tengah dijalani Ruben adalah bisnis mukena yang bekerja sama dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Tasikmalaya. Awalnya, produk mukena yang dipasarkan mendapat sambutan yang sangat baik sehingga sering kali terjual habis. Melihat potensi yang ada, Ruben berinisiatif untuk mengembangkan lini bisnis ini lebih jauh, melakukan kesepakatan dengan pabrik untuk memperbanyak produksi. Sayangnya, perencanaan tersebut terhambat oleh masalah pembayaran yang tak terduga, sehingga keuangan yang seharusnya mengalir untuk mendukung produksi justru mengalami kendala.

Ruben menambahkan bahwa masalah yang dihadapinya bukan hanya berkaitan dengan satu kasus saja, melainkan melibatkan berbagai pihak yang berkontribusi terhadap kerugian yang dialaminya. Dengan tegas, ia mengingatkan bahwa kesulitan ini tidak hanya sebatas pada satu permasalahan, tetapi melibatkan banyak orang dalam lingkaran kerjasama yang lebih besar. Hal ini menunjukkan kompleksitas dari kegiatan bisnis yang ia jalani dan tantangan yang harus dihadapi oleh para pengusaha di Indonesia, termasuk di Blitar.