Selasa, 18 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi 45 Calon Pekerja Migran Asal Kota Blitar Siap Berangkat ke Hongkong dan Taiwan

45 Calon Pekerja Migran Asal Kota Blitar Siap Berangkat ke Hongkong dan Taiwan

45 Calon Pekerja Migran Asal Kota Blitar Siap Berangkat ke Hongkong dan Taiwan
Poin Penting:
  • 45 calon pekerja migran asal Kota Blitar siap berangkat, mayoritas ke Hongkong dan Taiwan.
  • Proses penerbitan visa membutuhkan waktu antara tiga hingga lima bulan.
  • Calon PMI sudah memiliki pekerjaan di luar negeri dan tidak terhambat oleh pencarian kerja.

Dunia kerja di luar negeri terus menjadi pilihan bagi warga Kota Blitar, dengan tingginya minat untuk merintis karier di negara lain. Menjelang pertengahan Agustus 2026, tercatat ada 45 calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang telah siap untuk berangkat. Mayoritas dari mereka telah mendapatkan tawaran pekerjaan di negara tujuan, khususnya di Hongkong dan Taiwan, namun saat ini masih harus menunggu proses penerbitan visa yang menjadi syarat mutlak untuk keberangkatan.

Menurut Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Dinkop UM Naker) Kota Blitar, Andri Susiono, proses penerbitan visa memerlukan waktu yang tidak sedikit, umumnya berlangsung antara tiga hingga lima bulan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi calon PMI, yang saat ini secara aktif menunggu visa dari pihak berwenang negara tujuan.

Andri menegaskan bahwa saat ini semua calon PMI tersebut sudah memiliki kepastian pekerjaan di luar negeri. Mengatasi tantangan ini, ia menghimbau kepada mereka untuk tetap bersabar sambil menunggu proses administrasi, agar dapat segera mewujudkan impian mereka untuk bekerja di luar negeri tanpa harus terhambat oleh prosedur yang ada. Semua ini menunjukkan bahwa minat dan keinginan warga Kota Blitar untuk mengambil kesempatan di kancah internasional sangatlah besar, terutama di sektor pekerjaan.

Dalam konteks ini, pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dukungan dan sosialisasi yang lebih intensif terhadap proses pengiriman dan perlindungan pada para pekerja migran, sehingga mereka dapat berkontribusi positif saat bekerja di negeri orang, sekaligus turut serta dalam pengembangan ekonomi daerah.