Selasa, 30 Juni 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Umum Kenaikan Jumlah Perempuan Kepala Keluarga di Kabupaten Blitar: Tantangan dan Peluang

Kenaikan Jumlah Perempuan Kepala Keluarga di Kabupaten Blitar: Tantangan dan Peluang

Kenaikan Jumlah Perempuan Kepala Keluarga di Kabupaten Blitar: Tantangan dan Peluang
Poin Penting:
  • Lebih dari 32 ribu perempuan di Kabupaten Blitar menjadi kepala keluarga karena berbagai faktor.
  • Dinas P3APPKB berkolaborasi dengan organisasi untuk memberikan pelatihan dan pendampingan.
  • Program-program yang ditawarkan bertujuan untuk memberdayakan perempuan agar tidak bergantung pada pekerjaan di luar negeri.

Di Kabupaten Blitar, lebih dari 32 ribu perempuan kini mengisi peran penting sebagai kepala keluarga, yang dikenal dengan istilah Perempuan Kepala Keluarga (Pekka). Data terbaru dari Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak, serta Kesetaraan Gender (Dinas P3APPKB) menyebutkan bahwa terdapat 32.264 perempuan dalam status ini. Berbagai faktor mendorong mereka untuk mengambil tanggung jawab ini. Salah satunya adalah ketidakberadaan suami akibat perceraian, masalah kesehatan, bahkan penelantaran. Tak hanya itu, sejumlah perempuan lajang juga terpaksa menjadi tulang punggung keluarga untuk merawat orang tua yang sudah lanjut usia.

Kepala Bidang Kesetaraan Gender, Pemberdayaan, dan Perlindungan Perempuan Dinas P3APPKB, Lies Setyaningrum, mengakui bahwa angka perempuan yang menjadi kepala keluarga mengalami lonjakan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tak jarang, mereka dihadapkan pada kenyataan pahit ketika suami meninggalkan tanpa kabar, sehingga memaksa mereka berjuang demi kelangsungan hidup keluarga. Rentang usia dari perempuan yang menjadi kepala keluarga ini berkisar antara 20 hingga 55 tahun, menunjukkan bahwa tantangan ini tidak mengenal batas umur.

Dalam rangka mendukung perempuan-perempuan ini, Dinas P3APPKB bekerja sama dengan berbagai organisasi, termasuk Fatayat, untuk menyediakan pendampingan dan pelatihan. Upaya ini difokuskan agar mereka dapat berdaya secara ekonomi di dalam negeri, sehingga tidak perlu mencari pekerjaan ke luar negeri yang berisiko. Program pelatihan meliputi pemasaran produk, pemberian fasilitasi izin usaha, serta pembinaan hukum untuk meningkatkan pemahaman tentang hak-hak mereka. Dengan upaya ini, diharapkan perempuan kepala keluarga di Kabupaten Blitar mampu menghindari segala bentuk penipuan dan kekerasan yang mungkin terjadi.

Melalui program-program tersebut, Dinas P3APPKB tidak hanya memberikan dukungan praktis, tetapi juga mendorong perempuan untuk tetap optimis dan mandiri. Dalam menghadapi tantangan hidup, setiap perempuan berpotensi untuk menjadi sumber perubahan dalam keluarga dan komunitasnya, menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan berdaya di Kabupaten Blitar.