Rabu, 19 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Umum Posyandu Jiwa Seroja Warta: Pelopor Kesehatan Mental di Blitar yang Peduli kepada Penyintas Gangguan Jiwa

Posyandu Jiwa Seroja Warta: Pelopor Kesehatan Mental di Blitar yang Peduli kepada Penyintas Gangguan Jiwa

Posyandu Jiwa Seroja Warta: Pelopor Kesehatan Mental di Blitar yang Peduli kepada Penyintas Gangguan Jiwa
Poin Penting:
  • Posyandu Jiwa Seroja Warta adalah layanan kesehatan jiwa pertama di Kabupaten Blitar.
  • Fendriana Anitasari memanfaatkan pengalamannya untuk menciptakan ruang aman bagi penyintas gangguan jiwa.
  • Setiap bulan, posyandu jiwa menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan dan pendampingan psikologis.

Dengan senyum tulusnya, Fendriana Anitasari, Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, selalu menyambut kehadiran para penyintas gangguan jiwa yang ia sebut sebagai "Yang Tersayang". Posyandu Jiwa Seroja Warta, yang didirikan oleh Fendriana pada tahun 2017, menjadi pionir dalam pelayanan kesehatan jiwa di Kabupaten Blitar. Wadah ini tidak hanya menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan fisik, tetapi juga berfungsi sebagai ruang untuk mengurangi stigma negatif terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Fendriana memiliki pandangan bahwa penyintas gangguan jiwa adalah bagian integral dari masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian khusus serta perlakuan yang manusiawi. Oleh karena itu, pemilihan istilah "Yang Tersayang" menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang yang mendalam terhadap mereka yang berjuang dengan kondisi mental tersebut. Inisiatif ini berawal dari pengalaman pribadi Fendriana, yang menyaksikan warganya hidup dalam keadaan dipasung sembilan tahun sebelum Posyandu Jiwa Seroja Warta didirikan, menginspirasi dia untuk mencari solusi agar penyintas bisa kembali berinteraksi dengan masyarakat secara normal.

Setiap bulan, pada Rabu pertama, Posyandu Jiwa Seroja Warta mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan, yang meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, serta pendampingan psikologis bagi para penyintas. Salah satu momen yang paling mengesankan bagi Fendriana adalah ketika ia berhasil menyelamatkan seorang penyintas perempuan, yang dikenal sebagai Mbak X, yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di bawah pohon bambu. Keberhasilan menyelamatkan Mbak X menjadi simbol harapan bagi banyak orang yang peduli dengan kesehatan mental dan penyintas gangguan jiwa di Blitar.