Senin, 21 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pemerintahan Kesiapsiagaan DLH Blitar: Mitigasi Kebakaran TPA Melalui Pembasahan Sel Aktif

Kesiapsiagaan DLH Blitar: Mitigasi Kebakaran TPA Melalui Pembasahan Sel Aktif

Kesiapsiagaan DLH Blitar: Mitigasi Kebakaran TPA Melalui Pembasahan Sel Aktif
Poin Penting:
  • DLH Blitar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kebakaran TPA dengan penyiraman sel aktif.
  • Penerbitan Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2026 sebagai respon terhadap cuaca panas ekstrem.
  • Kondisi sampah yang terpapar panas memerlukan perhatian khusus untuk mitigasi kebakaran.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar memperkuat langkah antisipasi untuk meminimalisir risiko kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah. Dalam menghadapi musim kemarau dan cuaca panas ekstrem, DLH rutin melakukan penyiraman pada sel aktif TPA. Tindakan ini bertujuan untuk menjaga agar tumpukan sampah tidak mudah terbakar, terutama setelah diterbitkannya Surat Edaran (SE) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Peningkatan Kesiapsiagaan dan Antisipasi Kebakaran di TPA dalam kondisi cuaca dapat berisiko tinggi.

Kepala DLH Kota Blitar, Jajuk Indihartati, menjelaskan bahwa penerbitan SE ini dilatarbelakangi oleh produksi suhu yang tak terduga, seperti fenomena Godzilla El-Nino. Selain itu, evaluasi kasus kebakaran yang terjadi di TPA Jatiwaringin pada Juni 2026 menyoroti perlunya perhatian ekstra terhadap pengelolaan sampah di tengah kondisi cuaca yang ekstrem.

Jajuk menekankan bahwa sampah yang terpapar sinar matahari panas dalam periode kemarau memerlukan mitigasi yang lebih cermat. "Pembasahan sel aktif TPA merupakan langkah penting dalam mencegah munculnya titik api yang dapat memicu kebakaran," ungkapnya. Dengan langkah ini, DLH berharap dapat memberikan perlindungan dan keamanan bagi lingkungan, serta memberikan kenyamanan kepada masyarakat sekitar.

Semua upaya yang dilakukan diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bersih bagi seluruh warga Blitar, terutama dalam menghadapi potensi kebakaran yang mengancam kesehatan dan keselamatan publik.