Senin, 21 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pemerintahan Dinkes Blitar Temukan 870 Kasus Baru Tuberkulosis melalui Skrining Serentak hingga Akhir 2026

Dinkes Blitar Temukan 870 Kasus Baru Tuberkulosis melalui Skrining Serentak hingga Akhir 2026

Dinkes Blitar Temukan 870 Kasus Baru Tuberkulosis melalui Skrining Serentak hingga Akhir 2026
Poin Penting:
  • Hingga September 2026, terdeteksi 870 kasus TB positif di Blitar.
  • Sebanyak 97,9 persen pasien telah menerima pengobatan yang diperlukan.
  • Skrining mencakup 40 lokus, dengan pendeteksian menggunakan alat X-ray portabel.

Kabupaten Blitar sedang menghadapi tantangan serius dalam memerangi tuberkulosis (TB). Hingga pertengahan September 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar telah melaporkan adanya 870 kasus TB terkonfirmasi positif dari lebih dari 9.350 orang yang menjalani pemeriksaan. Angka ini merupakan hasil dari skrining dan tracing yang dilakukan secara masif, yang berfokus pada kontak erat pasien TB, terutama anggota keluarga dan tetangga.

Dari 870 pasien yang dinyatakan positif, sebanyak 852 orang atau sekitar 97,9 persen sudah memulai program pengobatan yang diperlukan. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa setiap individu yang terpapar dapat segera mendapatkan penanganan medis yang tepat, sekaligus mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut di lingkungan mereka. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Blitar, Anggit Ditya Putranto, menjelaskan bahwa tingginya angka penemuan kasus adalah hasil dari upaya tracing yang intensif sebagai bagian dari program nasional Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Skrining TB ini melibatkan pemeriksaan dengan menggunakan alat X-ray portabel, sehingga memudahkan petugas untuk mendeteksi indikasi paparan kuman TB di masyarakat. Program ini tidak hanya menjadi langkah penanganan TB, tetapi juga diintegrasikan dengan layanan kesehatan gratis, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memeriksakan kesehatan mereka secara berkala.

Sejak awal Agustus 2026, skrining telah dilakukan secara bergiliran di 40 lokus di Kabupaten Blitar, dengan Puskesmas Talun sebagai lokasi penanganan ke-16. Di setiap lokasi tersebut, petugas menargetkan untuk memeriksa sekitar 100 orang, dengan fokus pada mereka yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TB. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan Kabupaten Blitar dapat menanggulangi penyebaran tuberkulosis secara efektif dan melindungi kesehatan masyarakat.