Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Jamasan Kiai Bonto: Tradisi Lestari yang Menghimpun Masyarakat Kebonsari Blitar

Jamasan Kiai Bonto: Tradisi Lestari yang Menghimpun Masyarakat Kebonsari Blitar

Jamasan Kiai Bonto: Tradisi Lestari yang Menghimpun Masyarakat Kebonsari Blitar
Poin Penting:
  • Jamasan Kiai Bonto adalah tradisi yang mengikat masyarakat Kebonsari dan sekitarnya.
  • Ritual ini dilaksanakan dengan cara dimandikannya Kiai Bonto menggunakan air dan kembang.
  • Air bekas jamasan dipercaya memiliki khasiat yang membawa kebaikan bagi masyarakat.

Tradisi Jamasan Kiai Bonto menjadi momen spesial yang dinanti oleh masyarakat di Desa Kebonsari, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Setiap tahun, prosesi yang berlangsung di kawasan perbukitan Dusun Pakel ini bukan hanya sekadar ritual budaya, tetapi juga ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. Pada tahun ini, suasana meriah terlihat jelas saat masyarakat berkumpul dari pagi untuk merayakan ritual yang memiliki akar sejarah mendalam.

Gemericik air dan semaraknya suara warga menjadi latar belakang yang menyentuh saat prosesi ritual berlangsung. Sebagian besar warga datang untuk menyaksikan langsung proses jamasan Kiai Bonto, sementara yang lainnya berkumpul untuk menunggu air bekas jamasan dan ikut dalam perebutan tumpeng hasil bumi yang telah menjadi tradisi. Keunikan Jamasan Kiai Bonto menarik perhatian tidak hanya warga setempat, namun juga dari daerah sekitar yang datang untuk ikut serta dalam prosesi yang diyakini telah ada sejak sebelum Indonesia merdeka.

Di inti prosesi, Kiai Bonto, yang merupakan pusaka berbentuk wayang, dimandikan dengan air dan kembang. Ritual ini dipenuhi makna spiritual bagi masyarakat. Seorang warga setempat, Sagita, menuturkan bahwa minat masyarakat terhadap tradisi ini tidak pernah pudar. Mereka percaya bahwa air bekas jamasan memiliki khasiat tersendiri yang bisa membawa kebaikan. Kearifan lokal ini menjadi wujud nyata bagaimana tradisi diwariskan dari generasi ke generasi sekaligus memberdayakan pemahaman baru bagi yang melaksanakannya.

Dengan tradisi yang tetap hidup dan dinamis, Jamasan Kiai Bonto bukan hanya menjadi sebuah ritual, tetapi juga cerminan identitas sosial dan budaya masyarakat Kebonsari. Dalam setiap gelaran, prosesi ini menjadikan masyarakat tidak hanya sebagai penonton, tetapi sebagai penggiat sejarah dan pelestari budaya yang kaya serta berharga bagi kehidupan mereka.