- Bonsai loa jumbo berusia 15 tahun dipindahkan ke Sragen untuk kontes bonsai raksasa.
- Proses pemindahan dilakukan secara bertahap dan hati-hati, melibatkan persiapan akar yang cermat.
- Bonsai ini merupakan varietas lokal asli Indonesia yang menjadi simbol kekayaan budaya.
Sragen, Jawa Tengah - Sebuah bonsai loa jumbo yang berusia sekitar 15 tahun baru-baru ini dipindahkan ke sebuah pondok pesantren di Sragen. Pohon yang dianggap berada di kelas "monster" ini berukuran besar dan memerlukan alat serta kendaraan khusus untuk proses pemindahannya. Kegiatan ini dilakukan dengan sangat hati-hati, mengingat ukuran serta nilai historis dari bonsai tersebut.
Proses pemindahan bonsai loa jumbo ini memakan waktu yang cukup panjang dan melibatkan berbagai tahapan. Dimulai dari persiapan akar yang meliputi pemotongan akar yang tidak lagi digunakan untuk perkembangan pohon. Dalam sebuah video yang diunggah di channel Panji Sakti, Master Yulis, seorang ahli bonsai, memandu proses ini dengan sangat teliti. Menurutnya, bonsai ini merupakan varietas lokal asli Indonesia yang membuatnya unik dan berharga bagi komunitas.
Lalu, tahap berikutnya melibatkan pengangkatan pohon dan transportasi menuju lokasi baru di Sragen. Di sini, medan sekitar pohon diukur dengan cermat agar kendaraan yang digunakan dapat membawa bonsai ini tanpa kendala. Setelah sampai, proses penempatan kembali ke pot dilakukan secara hati-hati untuk memastikan bonsai tetap aman dan dapat tumbuh dengan baik di tempat barunya. Dengan langkah-langkah yang cermat, diharapkan bonsai loa jumbo ini akan berpartisipasi dalam kontes bonsai raksasa yang akan datang.
Pembudidayaan bonsai di Indonesia memiliki sejarah panjang yang perlu dilestarikan, dan bonsai loa jumbo ini menjadi salah satu simbol kekayaan budaya lokal. Kontes ini bukan hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan, melestarikan, dan mengapresiasi keberagaman flora Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat Blitar dan sekitarnya.