- Antusiasme warga Blitar dalam pembagian burung puyuh gratis mencerminkan solidaritas masyarakat.
- Burung puyuh yang dibagikan berasal dari peternakan di Pasuruan yang mengalami kebangkrutan.
- Keterlambatan kiriman burung menyebabkan sebagian warga pulang dengan rasa kecewa.
Sejumlah besar warga di Kabupaten Blitar menunjukkan antusiasme yang luar biasa dalam pembagian burung puyuh gratis yang berlangsung di Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, pada Rabu (2/7). Kejadian ini menarik perhatian masyarakat setelah informasi tentang distribusi burung puyuh tersebut viral di media sosial. Namun, tidak sedikit warga yang awalnya meragukan kebenarannya, berpikir bahwa kabar ini mungkin hanyalah sebuah prank. Ketidakpastian ini berlangsung hingga kedatangan kiriman burung puyuh yang baru tiba sekitar waktu duhur.
Diperkirakan, dalam aksi ini dibagikan lebih dari 4.000 ekor burung puyuh, dengan informasi menyebutkan bahwa unggas tersebut berasal dari peternakan di Pasuruan yang mengalami kebangkrutan. Salah satu warga, Lukman, menceritakan bahwa ia datang ke lokasi setelah diajak oleh temannya, Arif Fuadi. Menurutnya, burung puyuh tersebut merupakan hasil pembelian dari peternak yang sedang kesulitan, dan mereka berencana membagikannya kepada masyarakat sebagai bentuk bantuan. Sangat disayangkan, saat pembagian berlangsung, Arif tidak bisa hadir karena berada di Jawa Tengah.
Namun, meskipun niat baik ini, warga sempat kecewa karena kehadiran kiriman burung puyuh yang terlambat. Di tempat pembagian, Lukman menginformasikan bahwa jumlah burung puyuh yang telah tersedia pada saat itu baru sekitar 2.000 ekor, ditambah dengan sekitar 150 ekor yang lebih dahulu ada di lokasi. Keterlambatan ini membuat sebagian warga yang sudah menunggu memilih untuk pulang, berpikir bahwa informasi tentang pembagian burung puyuh gratis adalah tidak benar.
Meski terdapat jalur komunikasi yang kurang baik tentang keberadaan burung puyuh, momen ini tetap memperlihatkan solidaritas masyarakat Blitar yang tinggi dan ketertarikan mereka terhadap kegiatan yang melibatkan distribusi (bantuan) pangan. Harapan ke depan adalah agar penyelenggara dapat lebih mempersiapkan acara serupa dengan lebih baik, agar tidak mengecewakan masyarakat yang sangat antusias terhadap program seperti ini.