- Wali Kota Blitar memastikan 60 ribu penerima manfaat program MBG mendapatkan makanan fresh dan bergizi.
- Sebanyak 29 SPPG telah beroperasi aktif untuk mendukung penyediaan gizi bagi siswa dan masyarakat rentan.
- Waktu distribusi makanan yang efisien dan higienitas adalah prioritas utama dalam program ini.
Pada Jumat, 11 September 2026, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, melakukan inspeksi mendadak di dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Kauman dan Sukorejo. Inspeksi ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Blitar berjalan dengan baik, dengan fokus pada kecepatan distribusi dan standar kebersihan makanan yang disajikan kepada lebih dari 60 ribu penerima manfaat. Hal ini sangat penting, mengingat program ini mencakup siswa sekolah serta kelompok masyarakat yang rentan terhadap masalah gizi.
Pada kesempatan tersebut, Ibin - sapaan akrabnya - menyampaikan bahwa hingga saat ini telah ada 29 SPPG yang beroperasi di seluruh wilayah Kota Blitar. Dalam dialognya dengan petugas di lapangan, Ibin menekankan pentingnya manajemen waktu mulai dari dapur hingga ke siswa, serta memastikan bahwa makanan yang disajikan tidak hanya dalam kondisi fresh tetapi juga kaya akan gizi. "Manajemen waktu di SPPG sudah berjalan optimal, sehingga para siswa bisa menikmati makanan sehat tepat waktu," ujarnya.
Lebih lanjut, Ibin mengingatkan agar pengelola dapur SPPG tetap menjaga ketelitian dalam proses pengolahan makanan, terutama ketika menangani bahan-bahan segar dalam skala besar. Dengan demikian, setiap anak yang menerima makanan akan merasakan manfaat kesehatan yang maksimal. Sekadar informasi, Kepala SPPG Sukorejo, Paskalis, menyebutkan bahwa SPPG di wilayahnya melayani sekitar 2.328 penerima manfaat, dengan distribusi makanan dimulai sejak pukul 07.30 WIB setelah proses dapur yang dimulai lebih awal di pagi hari. Kegiatan ini tentunya menjadi harapan bagi setiap orangtua bahwa anak-anak mereka mendapatkan asupan gizi yang baik untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah.