Kamis, 06 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Jejak Sejarah Toponim Balitar: Warisan Abadi Sejak Abad ke-9 di Blitar

Jejak Sejarah Toponim Balitar: Warisan Abadi Sejak Abad ke-9 di Blitar

Jejak Sejarah Toponim Balitar: Warisan Abadi Sejak Abad ke-9 di Blitar
Poin Penting:
  • Toponim Balitar telah ada sejak abad ke-9 Masehi.
  • Penyebutan Balitar dalam Kakawin Nāgarakṛtāgama menunjukkan pentingnya daerah ini dalam sejarah dan kebudayaan.
  • Masyarakat Blitar diharapkan untuk menjaga dan melestarikan warisan sejarah ini.

Toponim ‘Balitar’, yang kini diajukan sebagai cikal bakal nama ‘Blitar’, mencerminkan jejak sejarah yang mendalam dan kaya di wilayah Kabupaten Blitar. Penemuan ini diungkap melalui penelitian atas karya sastra kuno Kakawin Nāgarakṛtāgama dan sejumlah prasasti yang berasal dari Jawa Timur. Hasil kajian menunjukkan bahwa nama ‘Balitar’ telah ada sejak abad ke-9 Masehi dan memiliki hubungan erat dengan perjalanan sejarah daerah ini.

Dalam naskah Nāgarakṛtāgama, yang ditulis pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, ‘Balitar’ muncul di beberapa bagian, menggambarkan aktivitas pemerintahan dan hunian yang sudah ada pada zaman itu. Salah satu penyebutan terjadi dalam Pupuh 17, di mana Raja Hayam Wuruk setelah melakukan pemujaan kepada Hyang Acalapati melanjutkan perjalanannya menuju Balitar, menandakan pentingnya kawasan ini dalam konteks spiritual dan politik saat itu.

Lebih lanjut, Pupuh 61 dari naskah tersebut juga menyebutkan perjalanan raja menuju Palah, yang kini dikenal sebagai Candi Penataran, menunjukkan bahwa Blitar tidak hanya menjadi pusat pemerintahan tetapi juga pusat kebudayaan yang signifikan. Penemuan ini menegaskan posisi Kabupaten Blitar sebagai saksi bisu sejarah yang terukir dalam karya sastra dan prasasti kuno, memperkaya khazanah budaya dan identitas lokal masyarakat Blitar.

Masyarakat Blitar patut berbangga dan menjaga warisan ini sebagai bagian dari identitas daerah, dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah yang menyertainya dan peran penting Blitar dalam sejarah kerajaan di Jawa.