- Sebanyak 214 kepala sekolah di Kabupaten Blitar akan menjalani uji seleksi untuk periode kedua.
- Seleksi ini merupakan syarat untuk melanjutkan masa jabatan kepala sekolah yang telah menyelesaikan periode pertama.
- Dinas Pendidikan telah memberikan pembekalan intensif untuk mempersiapkan para kepala sekolah menghadapi tahapan seleksi.
Sebanyak 214 kepala sekolah dari jenjang SD dan SMP di Kabupaten Blitar tengah mempersiapkan diri menghadapi uji seleksi untuk periode kedua masa jabatan mereka. Seleksi ini, yang diadakan sebagai salah satu syarat untuk melanjutkan kepemimpinan di satuan pendidikan yang dipimpin, merupakan bagian dari regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan. Proses seleksi ini tidak bertujuan untuk mencari kepala sekolah baru, melainkan untuk memberikan kesempatan kepada kepala sekolah yang telah menyelesaikan periode pertama untuk kembali menjabat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Agus Santosa, menjelaskan bahwa Uji Seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) 2026 dilaksanakan melalui Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah. "Peserta seleksi ini harus memenuhi syarat wajib, yaitu lulus diklat BCKS yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan melalui BBGP Jawa Timur," ungkap Agus dalam keterangannya pada Kamis (17/9).
Dalam rangka mempersiapkan para peserta, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar telah menyelenggarakan pembekalan intensif, sehingga kepala sekolah dapat memahami tahapan dan materi yang akan dihadapi. Pembekalan ini diharapkan dapat memberikan gambaran utuh dan kesiapan matang bagi kepala sekolah saat menghadapi uji seleksi, mengingat bahwa proses seleksi ini dilaksanakan secara berjenjang. Agregasi peserta pembekalan didominasi oleh kepala sekolah dari jenjang SD, yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Blitar.
Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan para kepala sekolah dapat menjalani ujian dengan percaya diri dan mampu memajukan kualitas pendidikan di Kabupaten Blitar, terutama dalam menghadapi tantangan yang berkembang di dunia pendidikan saat ini.