Jumat, 31 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pemerintahan Waspada Keracunan: 103 Penerima Makan Bergizi Gratis di Tulungagung Alami Gejala Pasca Konsumsi

Waspada Keracunan: 103 Penerima Makan Bergizi Gratis di Tulungagung Alami Gejala Pasca Konsumsi

Waspada Keracunan: 103 Penerima Makan Bergizi Gratis di Tulungagung Alami Gejala Pasca Konsumsi
Poin Penting:
  • Sebanyak 103 penerima Makan Bergizi Gratis mengalami keracunan makanan pasca konsumsi menu SPPG Pakisrejo.
  • Dari total penerima, 15 di antaranya adalah balita yang mengalami gejala mual dan diare.
  • Pemerintah daerah berupaya memperbaiki standar kebersihan SPPG untuk mencegah keracunan berulang.

Di Tulungagung, kembali terungkap kasus keracunan yang melibatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan inisiatif pemenuhan gizi bagi masyarakat. Berdasarkan data yang diterima dari Aris Setiawan, anggota Satgas Percepatan MBG, per tanggal 30 Juli 2026 malam, tercatat sebanyak 103 penerima dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pakisrejo mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi santapan yang didistribusikan pada Senin, 27 Juli 2026. Situasi ini tentunya menimbulkan kekhawatiran di antara warga, terutama orang tua dengan balita, mengingat dari jumlah tersebut, 15 di antaranya adalah anak-anak yang tergolong balita.

Lebih lanjut, Aris Setiawan memaparkan bahwa hingga Jumat pagi, satu orang masih dirawat di Puskesmas setempat sementara yang lain mendapatkan perawatan jalan. Gejala yang muncul di antara para penerima MBG ini meliputi mual dan diare, yang tentunya menjadi tanda serius bagi kesehatan masyarakat. Investigasi awal menunjukkan bahwa SPPG Pakisrejo belum memenuhi standar kesehatan yang diperlukan, termasuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan instalasi pengolahan air limbah yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Menanggapi situasi ini, Baharudin selaku Plt Bupati Tulungagung menyatakan bahwa pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan bahwa SPPG di wilayah tersebut mematuhi Standard Operasional Prosedur (SOP) yang ketat guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang. Dalam upaya menjaga kesejahteraan masyarakat, SPPG Pakisrejo juga telah ditutup sementara sejak Rabu, 29 Juli 2026, sambil menunggu penanganan dari pihak terkait yang lebih lanjut. Kita berharap langkah-langkah tegas ini dapat meningkatkan keamanan pangan dan kesehatan masyarakat di Tulungagung.