- Congbing berhasil mengaplikasikan konsep Iwagumi dalam aquascape nano dengan bahan lokal dari Blitar.
- Proses pembuatan akuarium mengutamakan penggunaan material alami dan teknik penyusunan yang estetis.
- Pilih tanaman minimalis untuk menjaga kebersihan dan keindahan ruang akuarium.
Dalam dunia hobi akuaquarium, konsep Iwagumi kini semakin digemari, termasuk oleh komunitas penggiat di Blitar. Salah satu pelopor local yang menerapkan desain ini adalah Congbing dari channel Hobi Ombing. Ia berhasil menciptakan akuarium nano berukuran 30 x 20 x 20 sentimeter dengan metode yang terstruktur dan penuh perhitungan. Proses pembuatan aquascape ini tidak hanya memperlihatkan keahlian teknis, tetapi juga pemahaman mendalam tentang ekosistem air.
Di tahap awal, Congbing memilih pasir Malang sebagai media dasar yang kaya akan mineral, yang ditaburkan secara merata dalam lapisan tipis. Untuk memastikan ekosistem akuarium sehat, ia menambahkan bakteri starter EDA bakter 100 yang berfungsi untuk memulai proses pemecahan bahan organik. Congbing juga memasukkan Romalin BC, sebuah produk yang dirancang untuk mempercepat aktivasi bakteri pengurai serta merangsang pertumbuhan akar tanaman, mendukung perkembangan vegetasi yang seimbang.
Setelah proses pembuatan fondasi selesai, Congbing melanjutkan dengan penyusunan hardscape menggunakan batu bobing dan batu fosil. Dengan perhatian yang tinggi terhadap estetika, setiap batu yang dipilih memiliki karakteristik unik yang diatur sedemikian rupa untuk menciptakan komposisi harmonis. Menariknya, Congbing menekankan pentingnya melihat “wajah” batu, sehingga posisi ditentukan dengan mempertimbangkan sudut pandang dari arah depan.
Dengan teliti, ia mengatur tiga batu dominan yang menjadi fokus utama, lalu melengkapi dengan beberapa batu pelengkap untuk menambah detail. Proses ini dicapai sebelum memasuki tahap penanaman. Dalam memilih vegetasi untuk konsep Iwagumi, Congbing menekankan kesederhanaan dengan memilih jenis tanaman seperti Glossostigma, Monte Carlo, Heliocharis montevidensis, dan Hydrocotyle tripartita. Dengan filosofi bahwa lebih sedikit jenis tanaman yang digunakan dapat memberikan kesan rapi dan teratur, ia menanam Glossostigma secara individu, menjaga agar akuarium tetap rapi dan estetik, bahkan setelah dua bulan perawatan.