- Damkar Kabupaten Blitar menangani 53 kasus kebakaran sejak Januari hingga Juli 2023.
- Bulan Juli mencatatkan jumlah kebakaran tertinggi dengan 20 kasus.
- Penyebab utama kebakaran sering kali adalah kelalaian manusia, terutama saat membakar limbah.
Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar melaporkan penanganan lebih dari 50 kasus kebakaran sepanjang periode Januari hingga akhir Juli 2023, dengan total 53 kejadian yang tercatat. Tedi Prasojo, Kepala Seksi Pemadam Kebakaran, Penyelamatan, serta Sarana dan Prasarana Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, menyatakan bahwa bulan Juli mencatatkan angka tertinggi dengan 20 kasus kebakaran hanya dalam satu bulan. Kebakaran seringkali disebabkan oleh kelalaian manusia, seperti membakar sampah atau meninggalkan limbah terbakar tanpa pengawasan.
Kecamatan Garum menjadi wilayah dengan jumlah kejadian kebakaran tertinggi, mencatatkan lebih dari 10 titik kebakaran. Tedi mengungkapkan bahwa banyak dari kebakaran ini terkait dengan aktivitas sehari-hari yang tidak diawasi dengan baik, seperti membakar sisa pembersihan rumah, jerami, dan limbah dari kandang hewan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga keselamatan dan mencegah kebakaran yang bisa meluas.
Tedi Prasojo juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik saat menghadapi kebakaran. Penting untuk mengenali sumber api dan melakukan tindakan cepat. Jika api berasal dari sumber kecil seperti kompor gas, sebaiknya menggunakan handuk atau kain tebal yang telah dibasahi untuk menutup api agar tidak mendapat suplai oksigen. Namun, saat api mulai membesar, sangat dianjurkan untuk segera menghubungi petugas pemadam kebakaran dan menjauh dari lokasi kejadian guna memastikan keselamatan diri dan orang di sekitar.
Kewaspadaan dan kesadaran dalam mengelola risiko kebakaran sangat diperlukan oleh masyarakat Kabupaten Blitar. Diharapkan dengan peningkatan pengetahuan mengenai tindakan pertama yang harus diambil, dapat mengurangi jumlah kejadian kebakaran di masa mendatang.