Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi Mengurai Mitos Desil 10: Kesejahteraan Sosial di Balik Angka

Mengurai Mitos Desil 10: Kesejahteraan Sosial di Balik Angka

Mengurai Mitos Desil 10: Kesejahteraan Sosial di Balik Angka
Poin Penting:
  • Desil 10 tidak selalu menunjukkan kondisi kaya, melainkan merupakan peringkat sosial ekonomi.
  • BPS menggunakan beragam indikator selain pendapatan untuk menentukan desil, termasuk kondisi rumah dan pendidikan.
  • Pemeringkatan desil dilakukan pada level keluarga, bukan individu.

JAKARTA - Sebuah pandangan yang umum beredar di masyarakat adalah anggapan bahwa berada dalam desil 10 menjadikan seseorang atau sebuah keluarga kaya. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) mengoreksi pandangan tersebut, menegaskan bahwa desil hanyalah representasi dari kondisi sosial ekonomi, bukan indikator langsung dari kekayaan seseorang. Hal ini menjadi tema hangat setelah beberapa warga mengungkapkan kekecewaannya atas pemeringkatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang membuat mereka merasa kurang terwakili dengan kondisi riil mereka.

BPS menjelaskan bahwa klasifikasi desil dibagi menjadi sepuluh kelompok berdasarkan kondisi sosial ekonomi, dengan desil 1 mengindikasikan tingkat terendah dan desil 10 tertinggi. Di sini, masyarakat perlu memahami bahwa penilaian desil tidak didasarkan semata-mata pada penghasilan bulanan. Berbagai faktor lainnya turut mempengaruhi, seperti keadaan rumah, kepemilikan aset, pendidikan, jenis pekerjaan, dan kesehatan. Ini berarti bahwa seorang individu dengan penghasilan terbatas dapat saja berada di desil 10 apabila kondisi sosial ekonominya secara keseluruhan dinilai baik.

Lebih lanjut, BPS menegaskan bahwa penilaian ini tidak berfokus pada individu, melainkan pada keluarga secara keseluruhan. Oleh karena itu, pendapatan satu orang dalam keluarga tidak bisa dijadikan acuan tunggal untuk menentukan desil. Adanya perbedaan dalam kondisi keluarga ini menuntut pemahaman yang lebih mendalam mengenai angka-angka dalam pemeringkatan sosial ekonomi.

Kepada masyarakat Blitar dan sekitarnya, penting bagi kita untuk menyikapi informasi ini dengan bijak. Pengetahuan tentang bagaimana desil ditentukan bisa membantu kita mencerna situasi sosial ekonomi di sekitar kita dengan lebih objektif, sehingga semakin memperkaya diskursus mengenai kesejahteraan di masyarakat.