- Wali Kota Blitar menyoroti aksi demo KONI dan menganggapnya tidak sesuai dengan etika dan mekanisme pemerintahan.
- Ditekankan pentingnya jalur komunikasi yang baik dalam menyelesaikan masalah antara KONI dan Pemerintah Kota.
- Wali Kota menjelaskan peran dan tanggung jawabnya serta pembagian tugas dalam melayani publik.
Perhatian publik kembali tertuju pada ketegangan antara Pemerintah Kota Blitar dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar. Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyampaikan keprihatinannya atas aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah pengurus KONI depan Kantor Wali Kota. Dalam demonstrasi tersebut, para pengurus menyuarakan tuntutan mereka terkait pengembalian kantor sekretariat KONI dan pencairan anggaran hibah yang dinilai krusial bagi keberlangsungan organisasi olahraga ini.
Syauqul Muhibbin menilai bahwa tindakan tersebut, meskipun bertujuan baik, kurang tepat dari segi etika dan mekanisme yang berlaku dalam tata kelola pemerintahan. Ia mengajak semua pihak untuk lebih memahami jalur komunikasi yang tersedia, dengan harapan kesalahpahaman tidak terjadi di antara pengurus organisasi dan pihak pemerintahan. Masyarakat dan pengurus KONI diharapkan dapat memanfaatkan saluran resmi dan dialog konstruktif untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
Dalam pernyataannya, Syauqul menjelaskan tiga fungsi utama sebagai kepala daerah, yaitu perencanaan kebijakan, komunikasi yang efektif dengan masyarakat, serta memastikan implementasi kebijakan dengan baik. Untuk menjalankan fungsi tersebut, pembagian tugas antara dirinya dan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) juga dilakukan, termasuk dalam situasi aksi demonstrasi. Menanggapi kritik mengenai ketidakhadiran Wakil Wali Kota, Elim Tyu Samba, dalam menemui para pendemo, Syauqul menegaskan bahwa pembagian tugas dilakukan dengan tujuan optimalisasi fungsi masing-masing dalam pemerintahan.
Dengan harapan bahwa permasalahan KONI dapat segera ditangani melalui musyawarah dan mematuhi regulasi yang ada, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kedamaian dan bekerjasama demi kemajuan olahraga di Blitar. Diharapkan, pelaksanaan Musorkotlub yang akan datang dapat menjawab segala tuntutan dan menjadikan KONI Kota Blitar lebih kuat dan mandiri dalam menjalankan fungsinya.