Senin, 22 Juni 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi Adaptasi Petani Blitar: Fokus pada Jagung dan Hortikultura di Musim Kemarau

Adaptasi Petani Blitar: Fokus pada Jagung dan Hortikultura di Musim Kemarau

Adaptasi Petani Blitar: Fokus pada Jagung dan Hortikultura di Musim Kemarau
Poin Penting:
  • Petani Kota Blitar mulai beralih dari padi ke jagung dan tanaman hortikultura saat musim kemarau.
  • DKPP mendukung petani dengan teknik budidaya hemat air dan varietas tahan kekeringan.
  • Perubahan pola tanam mencerminkan adaptasi dan ketahanan petani terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu.

Kota Blitar kini menghadapi pergeseran pola tanam seiring dengan datangnya musim kemarau. Dian Lukita Sari, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Penyuluhan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, mengungkapkan bahwa petani di wilayah ini mulai mengalihkan perhatian mereka kepada tanaman palawija, khususnya jagung dan berbagai jenis sayuran hortikultura. Menurut data terbaru dari DKPP, dari total 975 hektare lahan pertanian, sekitar 683 hektare kini ditanami jagung dan 31 hektare digunakan untuk tanaman hortikultura, sementara sisa lahan dimanfaatkan untuk komoditas lainnya, termasuk padi di lokasi-lokasi dengan ketersediaan air yang cukup.

Pergeseran ini bukan tanpa alasan; petani di Kota Blitar mengambil langkah strategis ini sebagai upaya untuk mengurangi risiko gagal panen akibat keterbatasan air yang sering terjadi di musim kemarau. Jagung dan tanaman hortikultura dikategorikan lebih adaptif terhadap kondisi cuaca yang kering, sehingga memberi harapan lebih dalam hal produktivitas. Dian juga menambahkan bahwa DKPP melalui berbagai program penyuluhan aktif mendampingi petani dalam menerapkan teknologi budidaya yang hemat air serta memilih varietas tanaman yang tahan kekeringan, untuk menjaga agar hasil pertanian tetap optimal.

Memasuki era perubahan iklim yang kian tak terduga, penyesuaian jenis komoditas pertanian menjadi hal yang penting bagi keberlanjutan sektor pertanian di Kota Blitar. Hal ini menunjukkan bahwa petani tidak hanya beradaptasi terhadap cuaca, tetapi juga menunjukkan ketahanan dan inovasi untuk memastikan penghidupan mereka tetap stabil. Dengan dukungan yang tepat dari pemerintah dan dinas terkait, diharapkan para petani dapat terus berproduksi dengan baik, meskipun di tengah tantangan musim kemarau yang semakin berat.