Rabu, 05 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi IHSG Alami Kenaikan Signifikan 2,07% Menjadi 600,66, Apa Penyebabnya?

IHSG Alami Kenaikan Signifikan 2,07% Menjadi 600,66, Apa Penyebabnya?

IHSG Alami Kenaikan Signifikan 2,07% Menjadi 600,66, Apa Penyebabnya?
Poin Penting:
  • IHSG naik 2,07% menjadi 600,66, marking a significant recovery from previous lows.
  • Bursa Efek Indonesia mencatatkan volume perdagangan sebesar Rp19,97 triliun.
  • Nilai tukar rupiah memperkuat posisinya di level Rp17.779 per dolar AS.

JAKARTA - Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja yang sangat positif dengan meningkatnya angka sebanyak 121 poin atau 2,07 persen, mencapai level 600,66 pada Jumat, 12 Juni 2026. Ini merupkan sebuah pemulihan yang signifikan setelah IHSG sempat mengalami tekanan berat dan menyentuh level terendah di 5300-an, yang merupakan titik terendah dalam lima tahun terakhir.

Pergerakan pasar di Bursa Efek Indonesia akhir pekan ini terlihat aktif dengan lebih dari 615 saham mengalami penguatan, sedangkan 108 saham mencatatkan penurunan. Hasil ini menunjukkan dominasi zona hijau yang membawa harapan baru bagi investor, terutama setelah periode sebelumnya yang penuh dengan tekanan jual. Kenaikan IHSG kali ini sangat disambut baik, karena mencerminkan kembalinya minat investor terhadap aset dalam negeri.

Volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia juga mencatatkan angka yang mengesankan, dengan total 35,14 miliar lembar saham diperdagangkan dan frekuensi transaksi mencapai lebih dari 2,3 juta kali. Nilai transaksi yang totalnya mencapai Rp19,97 triliun menunjukkan bahwa aktivitas pasar semakin hidup dan meningkatkan kapitalisasi pasar domestik yang kini tercatat sebesar Rp10.582,56 triliun.

Penguatan IHSG ini memberikan dampak positif terhadap nilai tukar rupiah yang juga mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat, berada di level Rp17.779 per dolar, meningkat 18,5 poin atau 0,71 persen dari perdagangan sebelumnya. Hal ini dipicu oleh membaiknya sentimen pasar baik global maupun domestik, terutama terkait optimisme terhadap kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang diharapkan akan mendorong investasi kembali masuk ke pasar keuangan.