- Mas Ibin menyoroti kekhawatiran atas generasi muda yang mempertanyakan arti Merah Putih.
- Kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan yang melibatkan pengorbanan serius dari para pahlawan.
- Peringatan kemerdekaan seharusnya menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang menuju kemerdekaan.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin, menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai sikap beberapa kalangan generasi muda yang mulai mempertanyakan arti penting Merah Putih dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam pidatonya setelah mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI, ia mengingatkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam bendera Merah Putih dan prinsip NKRI harus tetap menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama bagi generasi penerus yang diharapkan dapat melanjutkan perjuangan para pahlawan pendahulu.
Mas Ibin menegaskan bahwa kemerdekaan yang saat ini dirasakan oleh masyarakat Indonesia bukanlah hasil yang datang begitu saja. Ia mengingatkan bahwa perjuangan para pendiri bangsa dan pahlawan melibatkan pengorbanan yang sangat besar; darah, keringat, dan air mata telah terlibat dalam proses merebut kemerdekaan dari penjajah. "Setiap tetesan darah, keringat, dan cucuran air mata adalah bentuk pengorbanan yang tak ternilai dari mereka," ungkapnya dengan penuh penekanan.
Lebih lanjut, Mas Ibin berpendapat bahwa perayaan kemerdekaan tidak seharusnya hanya menjadi rangkaian kegiatan seremonial tahunan. Kita semua perlu memanfaatkan momentum ini untuk merenungkan betapa beratnya perjuangan yang telah dilalui oleh para pahlawan demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Dalam suasana upacara yang terbuka dan terik tersebut, ia berharap dapat merasakan sejenak kondisinya pada masa perjuangan, sebagai pengingat bahwa kemerdekaan adalah buah dari usaha dan pengorbanan yang tidak mudah.
"Saya ingin kita semua merasakan betapa pentingnya momen ini. Indonesia diraih dengan susah payah dari cengkraman penjajahan. Mari kita jaga dan rawat persatuan agar tidak mudah retak," tutup Mas Ibin dengan harapan kuat untuk persatuan dan kesatuan bangsa.