Jumat, 02 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Pemerintahan › Tantangan Pemerataan Jaringan Internet di Kota Blitar: Antara Tiang Bersama dan Kabel Udara

Tantangan Pemerataan Jaringan Internet di Kota Blitar: Antara Tiang Bersama dan Kabel Udara

Tantangan Pemerataan Jaringan Internet di Kota Blitar: Antara Tiang Bersama dan Kabel Udara
Poin Penting:
  • Jaringan internet di Kota Blitar terkendala pada kapasitas tiang bersama.
  • Pemasangan kabel udara menimbulkan penolakan dari sejumlah warga.
  • Faktor bisnis penyedia layanan internet mempengaruhi pemerataan jaringan di berbagai wilayah.

Kota Blitar masih menghadapi sejumlah tantangan dalam hal pemerataan jaringan internet. Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Blitar, Hakim Sisworo, permasalahan ini lebih banyak berdiri pada aspek teknis ketimbang adanya regulasi yang menghambat pengembangan. Salah satu kendala utama terletak pada kapasitas tiang bersama yang digunakan oleh berbagai penyedia layanan internet.

Saat ini, penyedia layanan internet mengandalkan infrastruktur yang ada, seperti tiang milik PLN dan Telkom, namun sering kali kapasitas yang tersedia tidak dapat mengakomodasi ekspansi jaringan yang diinginkan. Hal ini menyebabkan wilayah tertentu di Kota Blitar kesulitan dalam mendapatkan akses internet yang memadai, terutama saat ada peningkatan permintaan pengguna.

Di samping itu, pemasangan kabel udara juga menuai kritik dari masyarakat. Banyak warga yang merasa keberadaan kabel tersebut menambah kesan semrawut dalam lingkungan. Penolakan ini menjadi salah satu faktor lain mengapa pemerataan jaringan internet belum sepenuhnya berhasil. Masyarakat menginginkan estetika lingkungan tetap terjaga tanpa mengorbankan aksesibilitas internet.

Tidak dapat dipungkiri bahwa faktor bisnis juga berperan dalam distribusi jaringan internet. Penyedia layanan seringkali lebih memilih wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi, sehingga area dengan kepadatan lebih rendah seringkali terabaikan dalam pengembangan jaringan baru. Meski begitu, Hakim menegaskan bahwa secara keseluruhan, kondisi layanan internet di Kota Blitar masih dikatakan baik, dengan cakupan yang menjangkau tiga kecamatan dan 21 kelurahan, serta tidak ada wilayah yang mengalami blank spot total.