- Wakini telah mengabdikan lebih dari 20 tahun untuk melestarikan candi dan situs bersejarah di Blitar.
- Perananya mencakup pemeliharaan kebersihan dan keamanan kawasan dari ancaman vandalisme.
- Dedikasinya mencerminkan pentingnya pelestarian warisan budaya bagi generasi mendatang.
Di balik keindahan dan keanggunan Candi Kali Cilik, terdapat sosok yang tak kenal lelah menjaga kelestarian situs bersejarah ini. Wakini, seorang perempuan berusia 51 tahun, telah berdedikasi selama lebih dari dua dekade sebagai juru pelihara cagar budaya. Baginya, candi bukan sekadar tumpukan batu tua, melainkan bagian hidup yang harus dirawat dan dijaga, mengingat betapa pentingnya warisan budaya bagi identitas masyarakat Blitar.
Perjalanan Wakini sebagai juru pelihara dimulai pada tahun 2002, ketika ia menggantikan suaminya yang sebelumnya bertugas di Candi Sumbernanas. Sejak saat itu, ia tidak hanya mengurus satu candi, melainkan menjadi bagian dari pelestarian berbagai situs bersejarah yang ada di Kabupaten Blitar. Dari Candi Sumbernanas, ia berpindah tugas ke Museum Penataran selama empat tahun, dan kini telah bertanggung jawab di Candi Kali Cilik selama hampir tiga tahun.
Ritual harian Wakini dimulai sejak pukul 07.00 WIB, jauh sebelum banyak orang mulai beraktivitas. Ia menghabiskan waktu membersihkan area candi dari debu dan dedaunan kering, serta memperhatikan pertumbuhan lumut yang bisa merusak batuan candi. Tidak peduli musim, tanggung jawabnya untuk menjaga kebersihan dan keamanan kawasan situs adalah prioritas utama. Selain menjaga kebersihan, Wakini juga mengawasi kawasan candi dari ancaman vandalisme dan pencurian benda bersejarah, menunjukkan betapa besar perannya dalam pelestarian cagar budaya.
Walaupun sering kali hasil kerja seorang juru pelihara tidak terlihat dalam waktu dekat, dampaknya akan terasa saat generasi mendatang dapat menikmati dan belajar tentang warisan budaya ini. Melalui dedikasinya yang penuh ketelatenan dan kesabaran, Wakini bukan hanya menjaga Candi Kali Cilik, melainkan juga warisan budaya yang melekat pada identitas masyarakat Blitar. Perjuangannya adalah pengingat bagi kita semua akan pentingnya melestarikan jejak sejarah untuk generasi yang akan datang.