- 42 persen pensiunan masih menggunakan cara manual untuk autentikasi bulanan.
- PT Taspen melayani sekitar 7,8 juta peserta dengan infrastruktur yang luas.
- Hanya 35 persen pengajuan klaim dilakukan secara digital, menunjukkan potensi kurangnya adopsi teknologi.
Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Direktur Utama PT Taspen Rony Wihadi mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai pelayanan kepada peserta pensiun. Meskipun PT Taspen telah berupaya mengimplementasikan berbagai layanan digital untuk mempermudah proses autentikasi bulanan, data menunjukkan bahwa sebanyak 42 persen pensiunan masih memilih cara manual untuk melakukan autentikasi. Fenomena ini menyoroti perlunya peningkatan sosialisasi dan edukasi mengenai layanan digital yang tersedia.
PT Taspen saat ini melayani sekitar 7,8 juta peserta, dengan rincian 4,7 juta peserta aktif serta 3,1 juta penerima pensiun. Untuk memberikan pelayanan yang optimal, perusahaan ini telah mendirikan 57 kantor cabang serta lebih dari 17 ribu titik layanan, dan bermitra dengan 44 mitra bayar. Selain itu, Taspen juga menempatkan petugas di 128 titik Mal Pelayanan Publik (MPP) di seluruh Indonesia, termasuk di daerah Blitar, untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Rony menjelaskan bahwa, meskipun PT Taspen telah berkomitmen untuk melakukan transformasi digital, pemanfaatan layanan digital oleh pesertanya terbilang rendah. Hanya sekitar 35 persen peserta yang mengajukan klaim pensiun secara digital. Artinya, mayoritas peserta, yakni 65 persen, masih memilih untuk mengajukan klaim secara manual. Ini mengindikasikan perlunya perusahaan untuk beradaptasi dan meningkatkan layanan digital agar lebih user-friendly dan mudah diakses oleh para pensiunan.
Fokus utama PT Taspen saat ini adalah pada layanan kepada peserta dan pengelolaan investasi dana pensiun. Dengan meningkatnya jumlah peserta pensiun di masa depan, perbaikan dalam sistem pelayanan digital menjadi sangat penting agar aspirasi-nya bisa semakin terpenuhi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk di wilayah Blitar.