- Kerajaan Kediri muncul dari pembagian Kerajaan Kahuripan oleh Raja Airlangga.
- Raja Jayabaya merupakan sosok sentral dalam kejayaan Kerajaan Kediri.
- Kediri dikenal sebagai pusat sastra dan budaya Hindu di Nusantara.
Kerajaan Kediri, yang juga dikenal sebagai Kerajaan Panjalu, merupakan salah satu peradaban Hindu terpenting di Jawa Timur. Bermula dari pembagian Kerajaan Kahuripan oleh Raja Airlangga pada pertengahan abad ke-11, kerajaan ini tumbuh dan berkembang menjadi pusat pemerintahan, sastra dan kebudayaan. Di bawah kepemimpinan Raja Jayabaya, Kediri memasuki masa kejayaan yang dikenal luas di Nusantara hingga kejatuhannya akibat pemberontakan yang dipimpin oleh Ken Arok pada tahun 1222 Masehi.
Sejarah mencatat bahwa Kerajaan Kediri adalah penerus Kerajaan Medang yang sebelumnya dipindahkan oleh Mpu Sindok dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Untuk menghindari konflik setelah mendengar adanya kecenderungan perebutan tahta di antara putranya, Airlangga membagi wilayah kekuasaannya. Kerajaan Jenggala, yang terletak di Kahuripan, diserahkan kepada Mapanji Garasakan, sementara Kerajaan Panjalu, dengan pusat pemerintahan di Daha, jatuh ke tangan Sri Samarawijaya.
Pembagian tersebut berlangsung dengan bantuan Mpu Bharada, yang menetapkan batas-batas kedua kerajaan, dalam kisah dalam Serat Calon Arang. Meski telah dibagi, ketegangan antara Jenggala dan Panjalu terus berlanjut hingga Airlangga mengakhiri masa pemerintahannya untuk menjadi pertapa. Dalam perjalanan waktu, Panjalu berhasil mengalahkan Jenggala, menjadikan nama Kediri semakin terkenal dan berpengaruh.
Sri Samarawijaya diangkat sebagai raja pertama Kerajaan Kediri, yang kemudian diikuti oleh sejumlah penguasa lainnya. Saat Jayabaya memerintah dari tahun 1135 hingga 1157 Masehi, Kediri berhasil memenangkan persaingan dengan Jenggala, dikukuhkan dalam prasasti Ngantang melalui semboyan megah "Panjalu Jayati" yang berarti "Panjalu menang." Masa pemerintahannya menciptakan legasi yang terus hidup dalam ingatan masyarakat, menjadikan Kediri tidak hanya sekadar sejarah, tetapi bagian dari identitas budaya Jawa Timur hingga saat ini.