- Blitar Djadoel 2026 menawarkan 519 stan dalam suasana sejarah yang menarik.
- Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendukung ekonomi lokal sekaligus edukasi sejarah.
- Event ini dibagi menjadi empat zona tematik yang memperlihatkan perjalanan sejarah Kota Blitar.
Blitar Djadoel 2026 kembali hadir dengan semangat baru yang mengangkat tema sejarah Kota Blitar. Event tahunan yang sangat dinanti oleh warga ini akan berlangsung dari tanggal 8 hingga 12 Juli 2026 di kawasan Alun-Alun Kota Blitar. Dengan 519 stan yang telah disiapkan, acara ini tidak hanya menjadi ajang promosi bagi pelaku usaha, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memahami dan menjelajahi perjalanan sejarah yang kaya dari kota tercinta ini.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Parminto, menjelaskan bahwa stan-stan yang disiapkan terbagi menjadi dua kawasan utama. Sebanyak 149 stan akan ditempatkan di sisi barat Jalan Aspal, yang berfungsi sebagai lokasi utama Bazar Blitar Djadoel, sementara 370 stan lainnya akan disediakan di sisi timur untuk pedagang kaki lima. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menggairahkan aktivitas ekonomi di lingkungan setempat.
Dalam penjelangannya, Pemkot Blitar menerapkan konsep baru yang membagi kawasan Blitar Djadoel menjadi empat zona tematik. Setiap zona akan menggambarkan setiap fase penting dalam sejarah Kota Blitar, mulai dari masa kerajaan, pra kemerdekaan, perjuangan kemerdekaan, hingga masa pascakemerdekaan. Dengan penggabungan unsur sejarah dan ekonomi kreatif, diharapkan Blitar Djadoel 2026 akan menjadi tempat yang bukan hanya sekedar untuk berbelanja, tapi juga berfungsi sebagai ruang edukasi bagi masyarakat dan generasi muda.
Kesiapan pemerintah dalam menyediakan fasilitas, penataan kawasan, dan memfasilitasi para pedagang juga menjadi fokus utama agar acara ini dapat berlangsung dengan tertib dan nyaman. Dengan adanya komitmen tersebut, diharapkan Blitar Djadoel 2026 semakin menguatkan identitas Kota Blitar sebagai kota yang kaya akan sejarah dan budaya, sekaligus mendukung perekonomian lokal.