- Tape Pangkru Blitar berhasil menembus pasar Hongkong, menunjukkan potensi produk lokal.
- Bupati Blitar, Mak Rini, mendukung pengembangan UMKM melalui program One Village One Product.
- Pentingnya kemasan yang menarik untuk meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar modern.
Tape Pangkru Blitar, produk unggulan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), berhasil mencuri perhatian pasar internasional dengan menembus pasar Hongkong. Dikenal sebagai tape singkong legendaris yang dihasilkan di Desa Bendowulung, Kecamatan Sanankulon, produk ini menawarkan cita rasa yang khas, berkat penggunaan singkong pilihan yang dipanen dari kawasan kaki Gunung Kelud dan proses pembuatan yang alami tanpa bahan kimia.
Keberhasilan Tape Pangkru menjadi contoh nyata bagaimana produk tradisional dari daerah dapat berdaya saing tinggi di pasar global. Didorong oleh kualitas bahan baku dan proses produksi yang terstandarisasi, serta strategi pemasaran yang tepat, produk ini tidak hanya diminati oleh masyarakat lokal, tetapi juga telah berhasil menembus pasar mancanegara.
Menanggapi potensi besar ini, Pemerintah Kabupaten Blitar berkomitmen mendukung pengembangan UMKM melalui program One Village One Product (OVOP). Pada Rabu, 16 Februari 2022, Bupati Blitar, Hj. Rini Syarifah atau akrab disapa Mak Rini, melakukan kunjungan langsung ke pusat produksi Tape Pangkru. Kunjungan ini dimaksudkan untuk memberikan dukungan serta memotivasi para pelaku UMKM agar terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Mak Rini mencoba secara langsung proses pembuatan tape bersama pelaku UMKM. Ia memberi banyak masukan mengenai pentingnya aspek pengemasan produk yang menarik, yang dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing produk di pasar modern. Selain itu, dukungan pemerintah dalam aspek perizinan diharapkan dapat membantu UMKM untuk lebih mempromosikan produk mereka, baik di tingkat lokal maupun internasional, sehingga dapat berkontribusi positif bagi perekonomian masyarakat Blitar.