Jumat, 07 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Kasus Bullying di Blitar: Doko Terus Upaya Mediasi di Tengah Viralnya Video Tindak Kekerasan Pelajar

Kasus Bullying di Blitar: Doko Terus Upaya Mediasi di Tengah Viralnya Video Tindak Kekerasan Pelajar

Kasus Bullying di Blitar: Doko Terus Upaya Mediasi di Tengah Viralnya Video Tindak Kekerasan Pelajar
Poin Penting:
  • Kasus bullying di Blitar melibatkan utang dan pemukulan antar pelajar.
  • Mediasi sedang dilakukan dengan melibatkan perangkat desa dan pihak sekolah.
  • Kejadian ini mengundang keprihatinan masyarakat akan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Sebuah video yang merekam aksi bullying terhadap seorang remaja di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, telah menarik perhatian publik setelah viral di media sosial. Menyusul peristiwa yang terjadi pada Kamis sore, 6 Agustus 2026, Kapolsek Doko, AKP Hariono, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menangani kasus ini dengan serius. Insiden yang melibatkan korban bernama R (15) dan pelaku MH (15) ini diduga berakar dari masalah utang yang tak terbayar.

Aksi bullying ini diketahui terjadi ketika MH menagih utang sebesar Rp 100 ribu yang dipinjam oleh R. Dalam perbincangan tersebut, R berjanji akan membayar besok. Namun, situasi memanas ketika MH yang merasa emosi mengakibatkan terjadinya penganiayaan, termasuk pemukulan yang terjadi di depan sebuah sekolah dasar setempat. Masyarakat di sekitar lokasi merasa khawatir akan dampak dari peristiwa ini terhadap anak-anak, dan ini menarik perhatian aparat kepolisian serta berbagai elemen masyarakat.

Pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya, seperti Unit PPA Kabupaten Blitar, Polsek Doko, dan Koramil Doko, telah terlibat dalam upaya mediasi yang saat ini berlangsung di kantor Desa Resapombo. Dalam mediasi ini, kedua belah pihak, termasuk perwakilan sekolah dan orang tua dari baik korban maupun terduga pelaku, turut hadir untuk mencari solusi yang terbaik. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat membangun kesadaran akan pentingnya pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan serta menegakkan rasa keadilan tanpa menambah permusuhan di antara kedua belah pihak.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua dan pendidik, untuk selalu mengawasi dan mendampingi anak-anak dalam interaksi sosial mereka. Di samping itu, upaya pencegahan bullying harus menjadi perhatian bersama agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.