Selasa, 21 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Umum Penyanyi Lokal Minta Maaf Terkait Kontroversi Lirik Lagu 'Gapapa'

Penyanyi Lokal Minta Maaf Terkait Kontroversi Lirik Lagu 'Gapapa'

Penyanyi Lokal Minta Maaf Terkait Kontroversi Lirik Lagu 'Gapapa'
Poin Penting:
  • DJ Zhuu, Icha Chellow, dan Mala Agatha meminta maaf setelah menerima somasi dari Anisa Bahar.
  • Permintaan maaf disampaikan melalui video yang diunggah secara terbuka.
  • Mereka mengakui kesalahan dan siap bertemu Anisa Bahar untuk menuntaskan masalah.

Dalam perkembangan terbaru yang melibatkan kontroversi lirik lagu 'Gapapa', tiga penyanyi lokal, DJ Zhuu, Icha Chellow, dan Mala Agatha, akhirnya mengeluarkan pernyataan permohonan maaf secara terbuka. Tindakan ini menyusul somasi yang diterima dari Anisa Bahar yang menganggap perubahan lirik lagu tersebut mengandung unsur vulgar. Video permohonan maaf mereka diunggah pada Senin, 20 Juli 2026, bersamaan dengan batas waktu yang ditentukan oleh kuasa hukum Anisa Bahar.

Dalam video berdurasi singkat tersebut, ketiga penyanyi memperkenalkan diri dan secara tegas menyatakan permintaan maaf kepada Anisa Bahar, pihak-pihak terkait lainnya, serta masyarakat Indonesia yang merasa terganggu oleh tindakan mereka. Icha Chellow, salah satu penyanyi, mengungkapkan bahwa mereka memahami kesalahan yang telah diperbuat dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya di masa mendatang.

Selain itu, Mala Agatha berharap permohonan maaf yang telah disampaikan dapat diterima oleh Anisa Bahar serta masyarakat yang merasa dirugikan. Di sisi lain, Icha menekankan bahwa video klarifikasi tersebut dibuat sebagai langkah sadar tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Mereka juga menyatakan kesediaan untuk bertemu secara langsung dengan Anisa Bahar jika diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini secara baik-baik.

Dalam penutupan video, ketiganya kembali mengulangi permohonan maaf mereka kepada setiap individu yang merasa terganggu oleh tindakan mereka. Kontroversi ini bukan hanya menyangkut perubahan lirik lagu, namun juga menunjukkan pentingnya komunikasi dan kesadaran dalam industri musik terutama di kalangan generasi muda di Blitar.