- Terdapat penurunan signifikan pada jumlah permohonan izin cerai guru di Kabupaten Blitar.
- Mediasi dan pembinaan oleh Dispendik berhasil membantu salah satu pasangan ASN rujuk kembali.
- Perubahan penyebab perceraian kini lebih berkaitan dengan hubungan rumah tangga, bukan hanya masalah ekonomi.
Di Kabupaten Blitar, tren permohonan izin cerai di kalangan tenaga pendidik menunjukkan penurunan yang signifikan dalam tahun ini. Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Blitar berupaya keras melalui berbagai program pembinaan dan mediasi untuk mengurangi angka perceraian di kalangan aparatur sipil negara (ASN), terutama para guru di sekolah dasar. Hingga pertengahan tahun, hanya tercatat tujuh usulan izin cerai yang masuk, jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan sepuluh usulan yang diajukan pada tahun sebelumnya.
Dari tujuh usulan tersebut, satu pasangan ASN berhasil membatalkan niat perceraian setelah mengikuti sesi pembinaan dan mediasi yang intensif. Menurut Denny Setiawan, Kepala Bidang Pembinaan SD Dispendik Kabupaten Blitar, keberhasilan tersebut menjadi salah satu indikator dari efektivitas program pembinaan yang dilakukan. Ia menekankan bahwa penerbitan izin cerai merupakan langkah terakhir setelah segala upaya perdamaian telah dilakukan, dan keberhasilan mediasi tidak hanya diharapkan tetapi perlu selalu diupayakan.
Data dari Dispendik juga menunjukkan adanya perubahan dalam penyebab tingginya angka perceraian di kalangan tenaga pendidikan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, masalah ekonomi menjadi penyebab utama, kini lebih banyak kasus disebabkan oleh persoalan hubungan rumah tangga seperti ketidakcocokan atau campur tangan dari keluarga besar. Aneka faktor tersebut menjadi sorotan dalam pembinaan dan konseling yang dilakukan, di mana banyak pasangan terlibat yang mengalami hubungan yang merenggang, dan beberapa di antaranya terpaksa hidup terpisah dalam waktu yang lama.
Dengan adanya program ini, Dispendik berharap dapat lebih banyak pasangan ASN yang memilih untuk melanjutkan hidup bersama ketimbang berpisah. Pendekatan pemulihan hubungan ini tidak hanya penting bagi individu, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan pendidikan di Kabupaten Blitar, yang seharusnya menjadi contoh bagi komunitas lainnya.