Senin, 13 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya MPLS Sekolah Rakyat Kota Blitar Ditunda: Fokus pada Keselamatan Siswa dan Penyelesaian Fasilitas

MPLS Sekolah Rakyat Kota Blitar Ditunda: Fokus pada Keselamatan Siswa dan Penyelesaian Fasilitas

MPLS Sekolah Rakyat Kota Blitar Ditunda: Fokus pada Keselamatan Siswa dan Penyelesaian Fasilitas
Poin Penting:
  • MPLS Sekolah Rakyat Kota Blitar ditunda hingga 31 Juli 2026 karena pembangunan gedung belum aman.
  • Sebanyak 85 persen pembangunan telah selesai, namun masih ada risiko kecelakaan jika MPLS dilaksanakan sekarang.
  • Sekolah Rakyat mengadopsi pendekatan adaptasi yang lebih panjang dengan total durasi lebih dari 40 hari.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Sekolah Rakyat Kota Blitar mengalami penundaan. Awalnya dijadwalkan pada 14 Juli 2026, kegiatan ini terpaksa diundur hingga 31 Juli 2026. Penundaan ini disebabkan oleh progres pembangunan gedung sekolah yang masih berlangsung di kawasan Jalan Kali Kuning, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, yang belum sepenuhnya aman untuk digunakan hari pertama siswa baru. Keputusan ini diambil setelah evaluasi yang cermat terhadap keselamatan peserta didik, terutama bagi siswa pada jenjang sekolah dasar.

Kepala Sekolah Rakyat Kota Blitar, Johan Argono, menjelaskan bahwa saat ini progress pembangunan telah mencapai sekitar 85 persen. Meskipun angka tersebut terdengar menjanjikan, masih terdapat beberapa elemen konstruksi yang berpotensi menimbulkan risiko bagi siswa. Oleh karena itu, pihak sekolah memutuskan untuk menunggu hingga tahap pembangunan memasuki fase yang lebih aman sebelum melaksanakan MPLS.

Sekolah Rakyat Kota Blitar, yang dibangun di atas lahan seluas 55.542 meter persegi, mengusung konsep pendidikan berasrama yang menyatukan pendidikan akademik, pembinaan karakter, dan pengembangan bakat siswa. Berbeda dengan sekolah reguler yang biasa melaksanakan MPLS dalam waktu singkat, Sekolah Rakyat berencana menerapkan periode adaptasi lebih panjang. Agenda resmi MPLS direncanakan selama dua pekan, namun siswa akan melanjutkan proses pengenalan kehidupan asrama sehingga total masa adaptasi diperkirakan berlangsung lebih dari 40 hari, mendekati dua bulan.

Dengan langkah ini, pihak sekolah menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap keselamatan anak-anak, sekaligus memberikan pengalaman pendidikan yang lebih menyeluruh. Masyarakat Blitar diharapkan dapat memahami pentingnya penundaan demi kebaikan dan keamanan seluruh siswa baru.