- FCOPMO meminta pembekuan SK Plt KONI Kota Blitar untuk evaluasi kinerja.
- Permasalahan utama tidak hanya pada dana hibah, tetapi juga komunikasi internal.
- Elim Tyu Samba dinilai tidak mampu menjalankan fungsinya sebagai Plt Ketua Umum.
Polemik yang melibatkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar kian memanas. Sejumlah cabang olahraga yang tergabung dalam Forum Cabang Olahraga Penyelamat Marwah Olahraga (FCOPMO) Kota Blitar menyampaikan desakan kepada KONI Jawa Timur agar segera menangani permasalahan internal yang membelit organisasi tersebut. Dalam langkah tegas, FCOPMO mengajukan surat resmi kepada KONI Jatim, meminta pembekuan sementara Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KONI Kota Blitar, yang saat ini dijabat oleh Elim Tyu Samba.
Moh. Trijanto, selaku juru bicara FCOPMO dan juga Ketua Percasi Kota Blitar, menyebut bahwa surat tersebut telah dikirim ke Surabaya pada Rabu, 9 September. Dalam surat itu, mereka menyoroti perlunya evaluasi mendalam terkait kinerja Plt Ketua Umum KONI Kota Blitar untuk mengatasi kebuntuan yang tengah terjadi. Trijanto menyatakan, 'FCOPMO Kota Blitar resmi bersurat kepada KONI Jawa Timur meminta dilakukan pembekuan sementara SK Plt Ketua Umum KONI Kota Blitar.'
FCOPMO mengungkapkan bahwa persoalan di tubuh KONI Kota Blitar bukan sekadar masalah pencairan dana hibah yang lambat, yang disebut-sebut mencapai Rp 2,8 miliar. Menurut mereka, isu yang lebih mendasar terletak pada komunikasi antara Plt Ketua Umum KONI dan Pemerintah Kota Blitar. Trijanto menilai bahwa Elim, yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Blitar, seharusnya bisa menjadi jembatan untuk menyelesaikan konflik ini. Namun, sejak penunjukannya sebagai Plt, belum ada perubahan signifikan yang terlihat.
'Seharusnya, sebagai Wakil Wali Kota yang diharapkan memecah kebuntuan, Elim tidak mampu mengurai permasalahan yang ada. Sejak menjabat Plt Ketua Umum, ia belum menunjukkan upaya yang memperbaiki situasi,' tambah Trijanto. Mereka meyakini, meskipun Plt memiliki mandat untuk menjalankan roda organisasi dan mempersiapkan Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa, realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya, dan mendesak KONI Jatim untuk bertindak demi masa depan olahraga di Blitar.