Selasa, 07 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Hukum & Kriminal Tragedi di Perlintasan Kereta: Seorang Pria Tanpa Identitas Tewas Tertemper KA Brawijaya di Desa Buntaran

Tragedi di Perlintasan Kereta: Seorang Pria Tanpa Identitas Tewas Tertemper KA Brawijaya di Desa Buntaran

Tragedi di Perlintasan Kereta: Seorang Pria Tanpa Identitas Tewas Tertemper KA Brawijaya di Desa Buntaran
Poin Penting:
  • Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas setelah tertemper kereta api Brawijaya.
  • Insiden terjadi di perlintasan Desa Buntaran pada dini hari, saksinya memperingatkan tetapi tidak dihiraukan.
  • Jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Iskak untuk proses visum.

Sebuah insiden tragis terjadi di perlintasan kereta api yang masuk ke Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, pada Selasa dini hari, 7 Juli 2026. Seorang laki-laki yang hingga kini masih belum teridentifikasi ditemukan meninggal dunia setelah tertemper oleh kereta api Brawijaya yang sedang melintas. Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 01.56 WIB, dimana saksi mata yang juga sebagai penjaga palang pintu perlintasan melihat korban berjalan di atas rel dari arah barat menuju timur.

Iptu Nanang Murdianto, Kasi Humas Polres Tulungagung, menjelaskan bahwa saksi telah berusaha memperingatkan korban untuk segera menjauh dari perlintasan kereta mengingat adanya kereta yang hendak melintas. Sayangnya, peringatan tersebut tidak diindahkan, dan korban tetap berada di lokasi sehingga mengalami kecelakaan fatal. Setelah tertemper, korban ditemukan dalam keadaan mengenaskan dengan luka parah di bagian kepala.

Setelah laporan diterima, aparat Polsek setempat segera melakukan evakuasi terhadap jenazah korban dan membawanya ke RSUD dr. Iskak untuk dilakukan proses visum dan identifikasi. Proses evakuasi berlangsung cepat, mengingat lokasi kejadian yang cukup strategis di pinggir jalan raya yang ramai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diperkirakan terseret sepanjang 300 meter dari titik awal benturan, menambah kesedihan dan keprihatinan warga sekitar. Keluarga dan masyarakat dihimbau untuk waspada serta lebih berhati-hati saat berada di dekat perlintasan kereta, mengingat keselamatan merupakan prioritas utama.