- Pemkot Blitar sedang mempersiapkan sistem parkir elektronik yang diharapkan transparan dan efisien.
- Pencetakan kartu khusus untuk pembayaran parkir merupakan bagian dari sistem baru yang akan diluncurkan.
- Walaupun belum ada tanggal pasti, Pemkot berkomitmen untuk merealisasikan program ini tahun ini.
Kota Blitar masih menanti penerapan sistem pembayaran parkir elektronik, sementara pemerintah setempat, melalui Walikota Syauqul Muhibbin, mengonfirmasi bahwa saat ini proses persiapan yang melibatkan instansi perbankan sedang berlangsung. Pengenalan sistem nontunai ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih modern dan efisien bagi masyarakat sekaligus menjaga transparansi dalam pendapatan dari sektor parkir.
Walikota Ibin menjelaskan, salah satu inisiatif utama dalam implementasi sistem ini adalah pencetakan kartu khusus yang akan digunakan sebagai alat transaksi parkir, yang akan menggantikan uang tunai yang selama ini digunakan. Kartu tersebut akan berciri logo khas Kota Blitar, memberikan identitas dan kemudahan bagi penggunanya, terutama bagi juru parkir (jukir). Dengan adanya kartu ini, Ibin yakin dapat mengurangi risiko kebocoran pendapatan daerah dari sektor parkir.
Meskipun saat ini belum ada kepastian mengenai tanggal pasti penerapan sistem ini, Ibin meyakinkan masyarakat bahwa pihaknya berkomitmen untuk merealisasikan program ini dalam tahun anggaran ini. Pemkot Blitar terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak bank untuk memastikan bahwa infrastruktur yang diperlukan dapat diluncurkan secepatnya.
Sistem pembayaran elektronik ini diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan bagi pengguna, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan penerimaan parkir di Kota Blitar. Dengan dukungan semua pihak dan masyarakat yang memahami pentingnya inovasi ini, diharapkan penerapan sistem nontunai ini dapat terwujud dengan baik.