- Bea Cukai Blitar memusnahkan hampir 2 juta batang rokok dan ribuan liter miras ilegal.
- Pemusnahan ini melibatkan kerjasama dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.
- Wali Kota Blitar menegaskan pentingnya sinergi untuk memberantas barang ilegal.
Pagi ini, Bea Cukai Blitar melaksanakan pemusnahan barang bukti dengan cara yang mencolok, yakni sebanyak 1,9 juta batang rokok ilegal dan lebih dari seribu liter minuman beralkohol ilegal. Kegiatan ini dilakukan di halaman kantor Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Blitar dan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan, Nurtjahjo Budidananto. Pemusnahan ini merupakan hasil penindakan yang telah dilakukan sepanjang tahun 2024.
Menurut Nurtjahjo, total barang yang dimusnahkan memiliki nilai yang cukup signifikan, yaitu mencapai Rp2,2 miliar, dengan potensi kerugian negara akibat peredaran barang-barang ilegal ini ditaksir lebih dari Rp1,8 miliar. Angka ini termasuk dari sektor cukai, pajak rokok, dan PPN hasil pertanian tembakau. Upaya pengawasan dan penindakan yang dilakukan oleh Bea Cukai Blitar tidak hanya bertujuan untuk melindungi penerimaan negara, tetapi juga untuk menjamin keselamatan masyarakat dari produk-produk yang tidak memenuhi standar.
Nurtjahjo juga mengungkapkan bahwa pemusnahan ini merupakan bagian dari kerjasama antara Bea Cukai dengan Aparat Penegak Hukum (APH) serta pemerintah daerah. Hal ini menunjukkan komitmen semua pihak dalam memberantas peredaran barang ilegal di wilayah Blitar. Ia menambahkan bahwa Bea Cukai Blitar akan terus berupaya untuk meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap produk yang dikenakan cukai, guna menjaga integritas perekonomian daerah dan melindungi konsumen.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyatakan dukungannya terhadap program ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota Blitar dan Bea Cukai dalam upaya memberantas barang ilegal, termasuk rokok dan minuman beralkohol, demi kebaikan masyarakat Blitar dan untuk meningkatkan penerimaan daerah. Dengan dukungan yang kuat antara institusi pemerintah, diharapkan peredaran barang ilegal dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang.