Rabu, 01 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pemerintahan Tantangan Armada Pengangkut Sampah di Kota Blitar: Antara Keterbatasan dan Pelayanan Prima

Tantangan Armada Pengangkut Sampah di Kota Blitar: Antara Keterbatasan dan Pelayanan Prima

Tantangan Armada Pengangkut Sampah di Kota Blitar: Antara Keterbatasan dan Pelayanan Prima
Poin Penting:
  • Kota Blitar hanya memiliki dua dump truck dan tujuh arm roll truck untuk pengangkutan sampah.
  • Setiap armada harus melakukan perjalanan bolak-balik hingga tiga kali sehari.
  • Pemerintah belum memiliki rencana pengadaan armada baru karena keterbatasan anggaran.

Kota Blitar dihadapkan pada tantangan signifikan dalam layanan pengelolaan sampah, di mana armada pengangkut yang tersedia saat ini terbilang terbatas. Menurut Jajuk Indihartati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, saat ini hanya terdapat dua dump truck operasional dan tujuh arm roll truck (amprol), yang merupakan truk pengangkut sampah dengan sistem kontainer lepas-pasang. Jumlah armada yang sedikit ini jelas tidak ideal untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan sampah harian warga Kota Blitar, terutama mengingat kondisi fisik armada yang sudah cukup tua.

Dalam situasi ini, setiap armada dituntut untuk meningkatkan kinerjanya, di mana satu unit harus melakukan perjalanan bolak-balik hingga tiga kali dalam sehari untuk mengangkut sampah dari berbagai lokasi di kota. Jajuk menjelaskan bahwa pihaknya telah berusaha mengoptimalkan jadwal dan rute pengangkutan, guna memaksimalkan pemanfaatan semua unit yang ada, termasuk amprol serta armada cadangan. Meski demikian, ia mengakui bahwa belum ada rencana pengadaan armada baru dalam waktu dekat, hal ini disebabkan oleh terbatasnya anggaran dan kebijakan efisiensi yang diterapkan oleh pemerintah.

Walaupun menghadapi keterbatasan armada, Jajuk menegaskan bahwa pelayanan pengelolaan sampah kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama bagi pemerintah Kota Blitar. Upaya untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan hidup akan terus dilakukan, meskipun tantangan ini menyisakan banyak pekerjaan rumah. Diharapkan, masyarakat dapat memahami situasi ini dan mendukung pemerintah dalam menjaga kebersihan kota, sehingga Kota Blitar tetap menjadi tempat yang layak huni bagi semua warganya.