Selasa, 15 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pemerintahan Purbaya Yudhi Sadewa Memimpin Rapat Terakhir Sebelum Pencopotan Jabatan Menteri Keuangan

Purbaya Yudhi Sadewa Memimpin Rapat Terakhir Sebelum Pencopotan Jabatan Menteri Keuangan

Purbaya Yudhi Sadewa Memimpin Rapat Terakhir Sebelum Pencopotan Jabatan Menteri Keuangan
Poin Penting:
  • Purbaya Yudhi Sadewa memimpin rapat terakhirnya sebagai Menteri Keuangan sebelum pencopotan.
  • Presiden Prabowo mengumumkan pencopotan Purbaya dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya.
  • Keputusan tersebut diwarnai oleh analisis pengamat politik tentang kepercayaan pasar dan komunikasi Purbaya.

JAKARTA - Dalam sebuah momen yang cukup mengejutkan, Purbaya Yudhi Sadewa masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan pada hari Senin, 14 September 2026, beberapa jam sebelum pengumuman pencopotannya yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Di tengah kesibukannya, Purbaya memimpin rapat bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB. Ia mengenakan batik biru dengan motif bunga dan ornamen putih, mencerminkan kebanggaan terhadap budaya lokal yang menjadi ciri khasnya.

Sebuah momen menonjol terjadi ketika Purbaya menerima panggilan telepon dari seseorang yang ia sebut sebagai "bapak". Dalam percakapan tersebut, Purbaya terlihat komitmen pada tugasnya meskipun saat itu kabar pencopotan sudah beredar. "Assalamualaikum. Lagi DPD nih. Halo, Pak. Iya, siap-siap. Saya masih di DPD, Pak," ujarnya. Setelah berbincang singkat, ia terlihat membungkuk beberapa kali sambil meninggalkan gedung DPD, yang mungkin mencerminkan intensitas emosional di tengah situasi kritis.

Beberapa jam setelah rapat tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan pencopotan Purbaya dari jabatannya dan menunjuk Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, sebagai penggantinya. Keputusan ini menjadi sorotan berbagai kalangan, termasuk para pengamat politik. Jayadi Hanan, Ketua Program Doktoral Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia, memberikan pandangannya bahwa keputusan tersebut sangat terkait dengan kepercayaan pasar yang mulai berkurang dan interaksi Purbaya dengan para pemangku kepentingan lainnya.

Jayadi menambahkan bahwa Purbaya sering kali melontarkan pernyataan yang menuai kontroversi, dimana pola komunikasi yang tidak pas tersebut dapat memicu reaksi negatif dalam komunitas ekonomi dan stakeholder yang berkepentingan. Pergantian Menteri Keuangan ini pun menunjukkan betapa pentingnya stabilitas komunikasi dalam menjaga kepercayaan publik dan pasar, terutama di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi bangsa saat ini.