- Rencana pemerintah untuk membatasi pembelian BBM subsidi berdasarkan jenis kendaraan dan kapasitas mesin.
- Digitalisasi menjadi kunci dalam pengawasan penyaluran subsidi agar tepat sasaran.
- Masih banyak penyalahgunaan LPG subsidi oleh kalangan mampu, membuat perlunya pengawasan lebih ketat.
JAKARTA - Dalam upaya memastikan bantuan subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG 3 kg tepat sasaran, pemerintah Indonesia sedang merumuskan skema baru yang diharapkan dapat mengoptimalkan penyaluran. Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah penerapan pembatasan pembelian Pertalite dan Solar subsidi berdasarkan jenis kendaraan serta kapasitas mesin atau CC. Ini diharapkan dapat menghemat konsumsi BBM subsidi hingga 10-15% dari total volume penyaluran setiap tahunnya.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, menyebutkan bahwa langkah ini adalah bagian dari revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, yang mengatur mengenai penyediaan, pendistribusian, dan harga jual eceran BBM. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat yang benar-benar membutuhkanlah yang menerima subsidi, bukan mereka yang berada dalam kategori mampu.
Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Migas, Mir Rizal, menjelaskan bahwa masalah ketepatan sasaran subsidi energi sebenarnya sudah lama menjadi perhatian. Menurutnya, digitalisasi, seperti penggunaan teknologi QR code dan sistem pencatatan digital, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi. Hal ini diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat kurang mampu.
Terkait penggunaan LPG 3 kg, Mir menyoroti bahwa masih banyak masyarakat dari kalangan mampu, termasuk restoran, yang mengandalkan subsidi ini, sehingga pengawasan dan pendataan yang lebih baik sangat diperlukan. Di sisi lain, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menambahkan bahwa pembatasan BBM untuk kendaraan roda empat lebih mudah diterapkan dengan mempertimbangkan jenis kendaraan dan kapasitas mesin, sehingga distribusi subsidi bisa lebih efisien dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan di Blitar.