- Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan dan fokus pada menjaga defisit APBN di bawah 3 persen.
- Pengelolaan keuangan negara akan dilanjutkan dengan lebih efektif meskipun terjadi pergantian menteri.
- APBN harus mendukung program-program prioritas pemerintah dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Blitar - Suahasil Nazara telah resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan dalam Sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih 2024-2029 oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataan pertamanya, Suahasil menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan menargetkan defisit tetap di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini menjadi salah satu fokus utama dalam menjalankan tugasnya di kementerian yang vital ini.
Suahasil menyampaikan bahwa tugas yang dihadapi bukanlah hal baru, meskipun pergeseran kepemimpinan dapat muncul, pengelolaan keuangan negara akan tetap berlanjut. "Tugas yang sudah berjalan akan kami teruskan dan tingkatkan agar pengelolaan keuangan negara lebih efektif dan efisien," tegasnya. Dengan pandangan yang tajam terhadap kondisi ekonomi, Suahasil berupaya memastikan bahwa setiap rupiah dalam APBN digunakan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan memberikan manfaat bagi seluruh rakyat.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya menjaga kredibilitas dan kesehatan APBN. APBN tidak hanya berfungsi untuk membiayai program-program pemerintah, tetapi juga harus mampu memberikan dukungan konkret bagi pertumbuhan dan stabilitas ekonomi Indonesia. Suahasil menambahkan bahwa anggaran harus diarahkan pada program-program prioritas yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah-daerah seperti Blitar, yang mengharapkan perhatian dan dukungan konkret dari pemerintah pusat.
Dengan pendekatan yang hati-hati dalam pengelolaan keuangan, Suahasil percaya bahwa pemerintah dapat menciptakan iklim yang lebih baik untuk bisnis dan investasi, yang pada gilirannya akan berdampak positif bagi penduduk Blitar dan seluruh Indonesia. Komitmennya untuk tetap menjaga defisit di bawah 3 persen adalah langkah awal yang penting untuk mencapai tujuan pembangunan yang lebih luas.