Rabu, 24 Juni 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi Peternak Ayam Petelur di Blitar Soroti Harga Telur yang Merosot

Peternak Ayam Petelur di Blitar Soroti Harga Telur yang Merosot

Peternak Ayam Petelur di Blitar Soroti Harga Telur yang Merosot
Poin Penting:
  • Harga telur di tingkat peternak turun menjadi Rp19 ribu per kilogram di tengah meningkatnya biaya produksi.
  • Peternak telah melakukan berbagai upaya untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah.
  • Pertemuan dengan pejabat pemerintah diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret untuk menstabilkan harga telur.

Dalam beberapa waktu terakhir, peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar kembali mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap penurunan drastis harga telur di tingkat peternak. Yesi Yuni Astuti, salah satu perwakilan peternak, menjelaskan bahwa pada malam tanggal 22 Juni 2026, harga telur hanya berkisar Rp19 ribu per kilogram. Sementara itu, biaya produksi terus mengalami peningkatan, yang membuat situasi semakin sulit bagi para peternak. Yesi mengungkapkan bahwa tekanan ekonomi akibat harga yang merosot telah berlangsung cukup lama dan mengharuskan peternak untuk mencari solusi yang lebih permanen.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh peternak untuk mengangkat suara mereka kepada pemerintah pusat. Perjuangan ini dimulai dengan menghadiri rembuk nasional yang diselenggarakan di Solo pada 2 Mei 2026, dan diikuti dengan aksi demonstrasi di Magetan serta pengajuan aspirasi di Jakarta pada 8 Mei 2026. Salah satu momen penting dalam perjuangan ini adalah pertemuan dengan Presiden dan jajaran kabinet di Nganjuk, serta aksi bagi-bagi 1 juta telur gratis di Blitar pada 1 Juni 2026, yang mendapat perhatian luas dari masyarakat.

Sayangnya, setelah pertemuan dengan Menteri Pertanian pada 9 Juni 2026, kondisi harga telur justru semakin memburuk, di mana harga pakan ternak justru mengalami kenaikan. Hal ini mendorong peternak untuk kembali bergerak, kali ini dalam bentuk audiensi dengan Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur. Dalam pertemuan tersebut, peternak menyampaikan harapan agar pemerintah dapat mengawal pelaksanaan keputusan Menteri Pertanian dan mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga telur di tingkat peternak. Dengan harapan adanya perubahan yang berarti, peternak di Blitar berharap pemerintah dapat mendengarkan dan merespons kebutuhan mereka secara efektif.