- PT Taspen mengelola 7,87 juta peserta, tetapi 65% klaim pensiunan masih dilakukan secara manual.
- Taspen telah meluncurkan berbagai layanan digital untuk mempermudah proses pengajuan klaim.
- 70% pegawai Taspen masih berada di kantor cabang untuk melayani pensiunan secara langsung.
PT Taspen, perusahaan yang mengelola program pensiun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia, membeberkan data mengejutkan seputar kebiasaan pensiunan dalam mengakses layanan. Meskipun perusahaan ini telah meluncurkan berbagai inovasi digital bertujuan untuk mempermudah pengajuan klaim, ternyata sekitar 65 persen pensiunan masih memilih untuk menggunakan jalur manual.
Direktur Utama PT Taspen, Rony, ketika melakukan presentasi di hadapan Komisi XI DPR RI, menjelaskan bahwa hingga kini terdapat 7,87 juta peserta yang dikelola oleh Taspen, yang mencakup 4,7 juta peserta aktif dan 3,1 juta penerima pensiun. Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas, Taspen memanfaatkan 57 kantor cabang dengan lebih dari 17 ribu titik layanan dan berbagai kemitraan untuk menjangkau para pensiunan, termasuk petugas yang hadir di Mal Pelayanan Publik.
Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, Taspen terus melakukan digitalisasi pada layanannya. Fasilitas seperti layanan tanpa dokumen, autentikasi digital, serta Taspen One Hour Online Service telah diperkenalkan untuk mempercepat proses pengajuan klaim. Namun, Rony mencatat bahwa tantangan dalam mengubah kebiasaan para pensiunan tersebut cukup signifikan, dengan mayoritas peserta merasa lebih nyaman menggunakan cara tradisional untuk mengajukan klaim.
Sebagai dampak dari kondisi ini, hampir 70 persen pegawai Taspen masih ditempatkan di kantor cabang untuk mendukung pelayanan dokumen secara langsung. Proses autentikasi bulanan bagi penerima pensiun juga mempertahankan cara manual, menunjukkan adanya kesenjangan antara inovasi digital dan adopsi aktual di kalangan pensiunan. Taspen diharapkan mampu menjembatani kesenjangan ini untuk mewujudkan layanan yang lebih efisien bagi para pensiunan ASN di masa mendatang.