- Pembukaan Makam Bung Karno selama 24 jam meningkatkan kunjungan malam hingga 2.529 orang pada Agustus 2026.
- Kebijakan ini memberikan kemudahan bagi peziarah yang memiliki keterbatasan waktu pada siang hari.
- Kunjungan malam menyumbang sekitar 12 persen dari total kunjungan yang mencapai 21.031 orang.
Kebijakan pembukaan Makam Bung Karno (MBK) selama 24 jam di Kota Blitar telah memberikan dampak yang signifikan terhadap pola kunjungan peziarah. Dalam bulan Agustus 2026, tercatat sebanyak 2.529 orang memilih untuk berkunjung pada malam hari. Perubahan ini menjadikan peziarah memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk mengunjungi makam Presiden pertama Republik Indonesia tanpa terikat pada jam operasional yang telah ditentukan sebelumnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Rike Rochmawati, menjelaskan bahwa pelayanan 24 jam ini memberikan kemudahan bagi para peziarah yang memiliki keterbatasan waktu di siang hari. Dengan adanya alternatif kunjungan malam, semakin banyak masyarakat, baik yang berdomisili di Blitar maupun luar daerah, yang dapat merencanakan ziarah mereka dengan lebih fleksibel. Data menunjukkan bahwa pengunjung malam menjadi kontribusi penting terhadap total kunjungan yang mencapai 21.031 orang hingga Agustus 2026, di mana sekitar 12 persen di antaranya berasal dari kunjungan malam.
Kunjungan malam yang kian meningkat menegaskan bahwa kebijakan ini mulai diterima dengan baik oleh masyarakat. Hal ini tidak hanya memperkaya pengalaman berziarah, tetapi juga menggambarkan potensi kawasan wisata religi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Meskipun pandangan positif terlihat dengan bertambahnya pengunjung malam, mayoritas pengunjung masih cenderung memilih untuk datang di siang hari, menunjukkan bahwa pengalaman berziarah di MBK memang memiliki daya tarik yang kuat pada waktu-waktu tersebut.
Dengan terus memanfaatkan layanan 24 jam, diharapkan ke depannya jumlah peziarah yang datang pada malam hari semakin meningkat, memberi peluang yang lebih besar bagi kawasan wisata ini untuk menjadi tujuan ziarah yang lebih populer di kalangan masyarakat dan wisatawan. Pengelolaan yang baik dari pihak terkait juga akan sangat menentukan keberlanjutan dari kebijakan ini.