Jumat, 19 Juni 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi Pergeseran Pola Tanam di Kota Blitar: Jagung dan Horticultura Jadi Pilihan Utama Musim Kemarau

Pergeseran Pola Tanam di Kota Blitar: Jagung dan Horticultura Jadi Pilihan Utama Musim Kemarau

Pergeseran Pola Tanam di Kota Blitar: Jagung dan Horticultura Jadi Pilihan Utama Musim Kemarau
Poin Penting:
  • Petani di Kota Blitar beralih dari padi ke jagung dan holtikultura selama musim kemarau.
  • Dukungan dari DKPP dalam teknik budidaya hemat air sangat penting bagi keberlangsungan petani.
  • Pergeseran pola tanam ini bertujuan untuk meminimalkan risiko gagal panen akibat terbatasnya sumber air.

Musim kemarau yang berlangsung di Kota Blitar telah memaksa petani untuk beradaptasi dengan kondisi iklim yang berubah. Dengan melemahnya ketersediaan air, majoritas lahan pertanian di kota ini kini dialokasikan untuk tanaman palawija, khususnya jagung dan berbagai tanaman holtikultura. Hal ini diungkapkan oleh Dian Lukita Sari, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Penyuluhan DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) Kota Blitar.

Berdasarkan data terkini dari DKPP, dari luas total lahan 975 hektare yang tersedia untuk pertanian, sebanyak 683 hektare sudah ditanami jagung dan 31 hektare lainnya ditanami tanaman holtikultura. Sisanya digunakan untuk berbagai komoditas lain, termasuk padi yang masih dibudidayakan di sekitar area yang memiliki ketersediaan air yang cukup. Ini menunjukkan bahwa petani kini lebih mengutamakan keamanan hasil panen dengan memilih tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.

Dian menjelaskan bahwa pergeseran ini merupakan langkah strategis untuk meminimalisir risiko gagal panen akibat kekurangan air. Dengan curah hujan yang menurun, jagung dan sayuran holtikultura menjadi pilihan yang lebih adaptif dalam menghadapi musim kemarau. Lebih lanjut, DKPP Kota Blitar juga aktif melakukan pendampingan kepada petani melalui program penyuluhan yang menekankan pada teknik budidaya yang hemat air dan pemilihan varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan.

Perubahan iklim yang nyata telah mempengaruhi pola tanam petani di Kota Blitar, dan banyak di antara mereka yang dengan cepat beradaptasi dengan situasi ini. Dukungan dari DKPP diharapkan bisa terus memberikan solusi agar produktivitas pertanian di daerah ini tetap terjaga, meskipun tantangan cuaca semakin meningkat.