- Kopi Arabika memiliki potensi tinggi di pasar lokal dan internasional.
- Satrea Almambi berhasil mengembangkan lahan kopi dari 1,5 hektare menjadi 20 hektare.
- Kelompok Tani Kopi Wanoja fokus pada kualitas hasil panen untuk pemasaran ekspor.
BLITAR - Potensi kopi Arabika semakin mengundang perhatian dalam dunia pertanian di Indonesia, termasuk di daerah kita, Blitar. Permintaan terus meningkat baik di tingkat lokal maupun internasional menjadikan komoditas ini berpotensi tinggi sebagai sumber pendapatan yang menjanjikan. Salah satu contoh sukses yang bisa menjadi teladan adalah perjalanan Satrea Almambi, petani dari Kelompok Tani Kopi Wanoja yang terletak di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.
Satrea mulai beralih dari pekerja konstruksi untuk berfokus pada pertanian kopi setelah menyadari potensi besar kopi Arabika di kawasan Kamojang. Mengelola kebun yang awalnya hanya seluas 1,5 hektare, Ia kini berhasil mengembangkan total lahan menjadi 20 hektare dengan komitmen pada budidaya yang baik serta pengolahan pascapanen yang tepat. Selain itu, keberaniannya untuk mengejar kualitas dan mempersembahkan kopi specialty merupakan langkah positif untuk menembus pasar ekspor.
Dia menjelaskan, Kelompok Tani Kopi Wanoja tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga memastikan bahwa kualitas hasil panen tetap terjaga. Dengan demikian, setiap biji kopi yang dihasilkan mampu bersaing di pasar internasional. Saat ini, seluruh anggota kelompok tersebut mengelola lahan sekitar 100 hektare dan terbukti mampu menjaga ketaatan terhadap praktik pertanian yang baik dan berkelanjutan.
Keberhasilan Satrea dan kelompok taninya merupakan inspirasi bagi petani di Blitar untuk terus meningkatkan kualitas pertanian mereka demi menghadapi tantangan pasar global yang semakin kompetitif. Melalui pengelolaan yang profesional dan inovasi dalam kualitas produk, kopi Arabika dari tanah Blitar berpotensi menembus berbagai pasar di luar negeri, membuka jalan menuju kesejahteraan yang lebih baik bagi komunitas petani lokal.